Suara.com - Pemerintah Jerman menyatakan kritik tajam terhadap undang-undang baru yang disahkan parlemen Israel yang melarang Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) beroperasi di Israel dan Yerusalem Timur yang diduduki.
Luise Amtsberg, Komisaris Jerman untuk Kebijakan Hak Asasi Manusia dan Bantuan Kemanusiaan, memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat mengancam kelangsungan bantuan kemanusiaan bagi jutaan warga Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
“Implementasi undang-undang ini akan menjadi langkah fatal yang tidak hanya merusak bantuan kemanusiaan, tetapi juga menghambat upaya perdamaian di Timur Tengah,” ujar Amtsberg dalam pernyataannya.
Langkah Israel ini datang setelah bertahun-tahun kritik tajam terhadap UNRWA, terutama setelah serangan berdarah Hamas pada 7 Oktober tahun lalu yang menyebabkan perang di Gaza semakin meningkat. Pemerintah Israel menuduh beberapa pegawai UNRWA terlibat dalam insiden tersebut.
Meskipun investigasi independen menemukan beberapa isu terkait netralitas di antara staf UNRWA, tidak ditemukan bukti langsung yang mendukung tuduhan utama Israel.
Amtsberg menilai tindakan Israel terhadap organisasi yang diamanatkan PBB ini sebagai sinyal berbahaya atas ketidakpatuhan terhadap kerja sama internasional.
UNRWA, yang telah beroperasi sejak tahun 1950, dinilai memiliki peran vital dalam mendukung pengungsi Palestina. Ia menambahkan bahwa UNRWA harus tetap melanjutkan reformasi untuk memperkuat netralitasnya demi memastikan keberlanjutan kerja sama.
Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran mendalam Jerman atas potensi dampak undang-undang baru tersebut terhadap stabilitas kawasan dan kehidupan jutaan warga yang bergantung pada bantuan UNRWA.
Baca Juga: Israel Larang Badan Pengungsi PBB UNRWA Beroperasi di Wilayahnya, Begini Respons Dunia Internasional
Berita Terkait
-
Israel Larang Badan Pengungsi PBB UNRWA Beroperasi di Wilayahnya, Begini Respons Dunia Internasional
-
Platform X Tangguhkan Akun Atas Nama Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei
-
Korban Tewas di Gaza Melampaui 43.000 Jiwa, Mayoritas Wanita dan Anak-anak
-
"Balas Dendam Murni": Pengakuan Mengejutkan Mantan Tentara Israel Soal Gaza
-
Serangan Israel di Tyre Tewaskan 7 Orang, Gerak-gerik Hizbullah Jadi Kambing Hitam
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian
-
Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja
-
Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard
-
Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia
-
MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani
-
5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026
-
Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan
-
Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
-
Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi