Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan bahwa korban jiwa akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores tidak bertambah lagi. Data sejak erupsi pertama pada 4 November tengah malam lalu hingga Kamis (7/11), korban meninggal dunia tercatat tetap 9 orang.
Suharyanto menyampaikan, pertambahan korban jiwa bisa dicegah karena penduduk di sekitar gunung telah diungsikan sejauh 7 kilometer dari pusat erupsi sejak hari pertama.
"Sejak erupsi pertama tanggal 4 November tengah malam mengakibatkan 9 jiwa meninggal dunia. Telah terjadi erupsi berikutnya, tapi karena masyarakat sudah berhasil kita ungsikan, jadi yang meninggal dunia tidak bertambah tetap sembilan," kata Suharyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/11/2024).
Sementara itu, satu orang yang sebelumnya dikabarkan kritis, kini kondisinya sudah membaik. Akan tetapi, korban itu harus kehilangan satu kaki serta satu tangannya patah.
"Memang harus diamputasi kakinya sebelah kiri dan tangan kanan dalam proses pemasangan pen. Kami sendiri sudah menengok dan berikan bantuan, mudah-mudahan bisa diselamatkan," ujar Suharyanto.
Korban luka-luka berat juga mulai berkurang. Semula dilaporkan ada 31 orang yang alami luka berat dan dirawat di rumah sakit. Hingga hari empat saat ini, Suharyanto menyampaikan kalau pasien luka berat saat ini tersisa empat orang yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Flores Timur, Larantuka. Suharyanto memastikan seluruh pasien sudah dalam kondisi membaik.
Untuk perkembangan pengungsi, BNPB mencatat ada 3 posko pengungsian di Flores Timur, yakni Kampung Lewolaga terdapat 693 orang, Kampung Bokang 692 orang, dan Kampung Konga 1372 orang. Selain itu ada pula posko pengungsi di Kabupaten Sika sebanyak 1.790 orang.
Erupsi
Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki dikabarkan erupsi pada Senin (4/11) pagi pukul 02.48 WITA. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi kurang lebih tiga menit lima detik.
Baca Juga: Tebaru, Ini Jumlah Korban Letusan Gunung Lewotobi NTT
Aktivitas Gunung Lewotobi sudah dipantau sejak beberapa bulan pasca erupsi pada Januari 2024 lalu. Hingga Minggu (3/11), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status siaga dan melarang warga beraktivitas hingga jarak radius 3 kilometer.
Namun, dalam waktu semalam aktivitas gunung terus meningkat. Sehingga PVMBG menaikan status menjadi level 4 atau awas pada pukul 00.00 WITA. Namun, tak sampai 3 jam setelah status dinaikan, erupsi terjadi.
Berita Terkait
-
Tebaru, Ini Jumlah Korban Letusan Gunung Lewotobi NTT
-
Sejarah Letusan Gunung Lewotobi: Dari 1932 Hingga Tragedi 2024
-
Kemensos Beri Santunan Rp135 Juta untuk Ahli Waris Korban Letusan Lewotobi
-
Ratusan Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi, Mendikdasmen Sediakan Tenda Agar Siswa Tetap Belajar
-
Tragedi Lewotobi: Cucu Terluka Tertimpa Seng, Keluarga Terkubur Reruntuhan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
Terkini
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK