Penerima penghargaan UPH Awards 2024 lainnya adalah Erick Ahmad Fathoni, mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2021. Erick telah mengukir prestasi luar biasa di bidang olahraga, khususnya cabang renang. Di ajang 21st ASEAN University Games 2024, Erick sukses menyumbangkan dua medali emas dalam nomor 4 x 100 meter freestyle relay dan 4 x 100 meter medley relay, serta satu medali perunggu di nomor 200 meter individual medley. Erick juga turut membawa tim Jawa Barat meraih juara ketiga dalam Qualification Round Pra PON 2023 cabang renang.
“Saya sangat termotivasi untuk bisa mewakili Indonesia dalam ajang-ajang besar, seperti SEA Games, Asian Games, bahkan di Olimpiade. Saya ingin terus berprestasi, tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga di bidang akademik agar bisa membanggakan orang tua dan almamater,” ungkap Erick penuh semangat.
Erick juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi non-akademik dan akademik. Di tengah jadwal latihan dan kompetisi yang padat, ia tetap berusaha keras untuk lulus tepat waktu dari UPH dan meraih hasil yang baik di bidang akademis. Dalam perjalanan akademisnya, Erick merasa sangat terbantu oleh dukungan dari para dosen dan lingkungan kampus yang memahami, serta menghargai perjuangannya.
Erick pun mengajak mahasiswa UPH lainnya untuk terus mengejar mimpi dan berjuang meraih prestasi. “Saya selalu percaya, sesuatu yang bernilai tinggi memang tidak mudah didapat. Jika ada sesuatu yang kamu sukai, tekuni terus, walaupun ada saatnya bosan atau lelah. Yakinlah, setiap usaha keras yang dilakukan dengan sepenuh hati pasti akan membuahkan hasil,” tutur Erick.
Piala Bergilir Rector Awards 2024
Pada kesempatan ini, UPH juga memberikan penghargaan Piala Bergilir Rector Awards 2024 kepada fakultas terbaik. Tahun ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kembali menerima Piala Bergilir Rector Awards, yang sebelumnya juga diraih pada tahun 2023. Piala bergengsi ini dianugerahkan kepada fakultas dengan kinerja dan kontribusi terbaik yang diukur melalui sejumlah kriteria penting.
Penghargaan Rector Awards didasarkan pada beberapa aspek penilaian, di antaranya jumlah prestasi mahasiswa, nilai rata-rata tertinggi dalam program Student Engagement Program (SEP Points) khusus untuk mahasiswa tahun pertama, serta tingkat keterlibatan mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
FEB juga unggul dalam keterlibatan dosen dan staf sebagai mentor, supervisor, pendamping mahasiswa, dan reviewer proposal proyek kompetisi. Tak hanya itu, FEB juga mencatatkan jurnal yang dipublikasikan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan indeks yang diakui, seperti Science and Technology Index (Sinta) dan Scopus.
Penghargaan Rector Awards ini diharapkan dapat terus menjadi motivasi bagi setiap fakultas di UPH untuk berinovasi dan berkontribusi lebih jauh dalam mendukung mahasiswa mencapai potensi terbaik mereka. Dengan adanya penghargaan seperti ini, UPH menguatkan komitmennya untuk mencetak lulusan yang berkualitas, memiliki daya saing global, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta membawa kemuliaan bagi bangsa.
Baca Juga: Mau Daftar KPPS? Pahami Dulu Tugas dan Gajinya di Pilkada 2024
Melalui berbagai pengalaman kompetisi dan kegiatan, mahasiswa didorong untuk berkembang secara pribadi dan profesional.
UPH terus berkomitmen menghadirkan pendidikan holistik untuk mempersiapkan mahasiswanya menjadi pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan, profesional, dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
Berita Terkait
-
Seri Terakhir MotoGP 2024 Pindah ke Barcelona, Ini Komentar Pecco Bagnaia
-
Mafindo Soroti Hoaks Jelang Pencoblosan Pilkada 2024, Sasar Calon Kepala Daerah
-
Seleksi CPNS 2025 Apakah Ada? Ada Kabar Baik, Ini Penjelasannya!
-
3 Cara Mudah Melihat Ranking SKD CPNS 2024
-
Edy Singgung Soal Tambang Blok Medan di Debat Kedua Pilgub Sumut, Bobby Nasution: Laporkan Pak, Kami Tunggu
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main
-
Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
-
Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin