Suara.com - Partai Republik dan capres AS Donald Trump berhasil sapu bersih kemenangan di seluruh tujuh negara bagian dalam pemilihan presiden AS tanggal 5 November 2024 lalu.
Trump mempertahankan negara bagian tersebut dan 11 suara elektoralnya di kolom Partai Republik setelah kemenangan Partai Demokrat Joe Biden pada tahun 2020.
Kemenangan Trump atas Wakil Presiden Partai Demokrat Kamala Harris juga menandai kemenangan kedua pria berusia 78 tahun itu di Arizona sejak 2016.
Trump sejauh ini telah memperoleh 312 suara elektoral, jauh melampaui 270 suara yang dibutuhkan untuk memenangkan persaingan menuju Gedung Putih. Selama kampanye presidennya yang sukses pada tahun 2016, ia menerima 304 suara elektoral.
Media AS telah menyatakan Trump sebagai pemenang di lebih dari separuh dari 50 negara bagian, termasuk negara bagian Georgia, Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin, yang semuanya memilih Partai Demokrat pada pemilu terakhir. Dia juga memenangkan negara bagian yang menjadi medan pertempuran di Carolina Utara dan Nevada.
Dia memenangkan margin yang lebih besar dibandingkan sebelumnya, meskipun ada hukuman pidana dan dua kali pemakzulan saat menjabat.
Di sisi lain, Harris, yang menggantikan Biden yang berusia 81 tahun sebagai calon dari Partai Demokrat pada bulan Juli, berada di posisi 226.
Dengan kekalahan Donald Trump atas Kamala Harris, presiden dari Partai Republik dan Demokrat akan bergantian mengendalikan Gedung Putih untuk masa jabatan keempat berturut-turut, tingkat ketidakstabilan antar partai yang tidak pernah terlihat di Amerika Serikat sejak akhir abad ke-19.
Biden, yang mengundurkan diri karena masalah usia, akan bertemu Trump di Ruang Oval pada hari Rabu.
Baca Juga: Israel Terus Serang Wilayah Lebanon Selatan, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.100 orang
Menjelang pelantikannya pada 20 Januari, Donald Trump telah mulai membentuk pemerintahan keduanya dan menunjuk manajer kampanye Susie Wiles untuk menjabat sebagai kepala staf Gedung Putih.
Wiles, 67, adalah wanita pertama yang diberi nama untuk peran penting tersebut.
Kandidat lain yang bisa mendapat tempat di Trump 2.0 adalah Elon Musk, orang terkaya di dunia yang bisa mendapatkan pekerjaan mengaudit sampah pemerintah, mantan duta besar untuk Jerman Ric Grenell, yang dipandang sebagai calon terdepan untuk posisi menteri luar negeri dan Robert F Kennedy. Jr, yang Trump janjikan akan memberikan "peran besar" dalam layanan kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun