Suara.com - Joe Biden menyambut Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada hari Rabu, sebagai bentuk kesopanan kepada pesaing beratnya yang gagal memberikannya kesopanan yang sama empat tahun lalu.
Presiden AS dan presiden terpilih berjabat tangan di depan api unggun di Ruang Oval saat mereka menjanjikan transisi yang lancar, sangat kontras dengan penolakan Trump untuk mengakui kekalahannya pada tahun 2020.
"Selamat datang kembali," kata Biden, 81 tahun, saat ia memberi selamat kepada Trump yang berusia 78 tahun dan menyampaikan sambutan pembukaan singkat kepada pria yang telah berulang kali ia kecam sebagai ancaman bagi demokrasi.
Biden, yang keluar dari pemilihan pada bulan Juli tetapi melihat penggantinya Kamala Harris kalah dari Trump minggu lalu, mengatakan ia "menantikan transisi yang lancar" dan berjanji untuk melakukan "segala yang kami bisa untuk memastikan Anda diakomodasi."
Saat kedua presiden dengan usia gabungan 159 tahun itu berjabat tangan, Biden tampak menunduk sementara Trump mencondongkan tubuh ke depan dan menatap matanya.
Trump mengobarkan massa yang menyerang Gedung Capitol AS pada tahun 2021 dan menjalankan kampanye pemilihan yang brutal dan memecah belah tahun ini -- tetapi berusaha untuk bersikap ramah pada kunjungannya kembali ke Gedung Putih.
"Politik itu sulit, dan dalam banyak kasus dunia ini tidak begitu menyenangkan. Dunia ini menyenangkan saat ini dan saya sangat menghargainya," kata Trump.
Trump menambahkan bahwa pengalihan kekuasaan akan "semulus yang Anda bisa" -- meskipun faktanya tim transisinya belum menandatangani beberapa dokumen hukum utama sebelum pelantikannya sebagai presiden pada tanggal 20 Januari.
Tidak hadir dalam acara tersebut adalah ibu negara baru Melania Trump, yang merupakan sosok yang samar-samar dalam jalur kampanye dan menghabiskan sebagian besar masa jabatan pertama Trump di luar Gedung Putih.
Baca Juga: Kisah Dipo Alam, Eks Timnas Indonesia yang Sukses Bisnis Es Krim di Amerika Serikat
Ibu Negara yang akan lengser, Jill Biden, bergabung dengan Biden dalam menyambut Trump dan "memberikan surat ucapan selamat tulisan tangan kepada Tn. Trump untuk Ny. Trump," kata Gedung Putih.
Satu-satunya orang lain di ruangan itu untuk berbincang setelah jabat tangan adalah kepala staf Biden Jeff Zients dan kepala staf Trump yang baru, Susie Wiles, kata Gedung Putih.
Biden diperkirakan akan mendorong Trump untuk melanjutkan dukungan AS terhadap perjuangan Ukraina melawan Rusia, yang dipertanyakan oleh Partai Republik.
Undangan Biden ke Ruang Oval memulihkan tradisi transisi presiden yang dirusak Trump ketika ia kalah dalam pemilihan 2020, menolak untuk duduk bersama Biden atau bahkan menghadiri pelantikan.
Namun pada saat Trump melakukan penerbangan terakhirnya dari halaman Gedung Putih pada 20 Januari 2021, ia juga telah ditolak oleh banyak orang di partainya sendiri karena telah memicu serangan terhadap Capitol.
Namun, periode aib itu segera menguap, karena Partai Republik kembali ke pihak Trump, mengakui kekuatan elektoral unik miliarder itu di kepala gerakan sayap kanannya.
Berita Terkait
-
Melania Trump Tolak Tinggal di Gedung Putih, Pilih New York dan Florida
-
Pujian Trump pada Bahasa Inggris Prabowo Jadi Kontroversi, Justru Dianggap Rasis?
-
Elon Musk Dituding Rusak Prediksi Pemilu AS oleh "Nostradamus" Politik
-
Dirut BRI Singgung Dampak Kemenangan Trump Terhadap Prospek Ekonomi RI
-
Kisah Dipo Alam, Eks Timnas Indonesia yang Sukses Bisnis Es Krim di Amerika Serikat
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering
-
Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak
-
Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam
-
Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah
-
Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku