Suara.com - Bansos Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari BPJS Kesehatan adalah program pemerintah yang memberikan akses layanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang mampu.
KIS merupakan bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang bertujuan untuk memastikan semua warga, terutama yang tidak mampu, mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Melalui program ini, penerima bansos tidak perlu membayar iuran, karena biaya ditanggung oleh pemerintah.
Bantuan ini memungkinkan masyarakat untuk menggunakan fasilitas kesehatan tanpa biaya tambahan, dengan syarat terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memenuhi kriteria tertentu.
Untuk mengecek status pencairan bantuan sosial Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari BPJS Kesehatan, Anda dapat mengikuti beberapa langkah berikut:
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh Aplikasi: Dapatkan aplikasi resmi Cek Bansos di Google Play Store.
- Masukkan Data Pribadi: Setelah terinstal, masukkan nomor Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan nama lengkap sesuai KTP.
- Cek Status: Pilih opsi “Cek Bansos” untuk melihat status penerimaan bantuan.
2. Melalui Website Resmi Kemensos
- Kunjungi Website: Buka [cekbansos.kemensos.go.id](https://cekbansos.kemensos.go.id).
- Isi Data Diri: Masukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan Anda, serta nama sesuai KTP.
- Lihat Status: Klik “Cari Data” untuk memeriksa status pencairan bansos KIS BPJS.
3. Melalui Layanan SMS atau Call Center BPJS
Berita Terkait
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Gus Ipul Pastikan BLTS Rp900 Ribu Jangkau Warga Terdampak Bencana di Sumatra
-
Bantuan Rp15 Ribu per Hari Disiapkan Kemensos untuk Warga Terdampak Bencana
-
Kenapa Penerima Bansos di Kantor Pos Harus Foto Diri dengan KTP dan KK? Ini Penjelasan Dirut PT Pos
-
BLTS Rp 900 Ribu di Aceh Tamiang Disalurkan Manual, Kantor Pos Masih Rusak Pascabencana
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap