Suara.com - Mod Bussid Mata Elang adalah modifikasi pada game Bus Simulator Indonesia (Bussid) yang bertujuan untuk mengubah tampilan bus menjadi menyerupai mobil patroli polisi yang dikenal dengan sebutan "Mata Elang".
Modifikasi ini biasanya mencakup perubahan pada livery (skin), suara sirine, lampu rotator, dan mungkin juga penambahan aksesori polisi lainnya.
Game ini populer karena memberikan sensasi menjadi Polisi dimana banyak pemain Bussid yang ingin merasakan sensasi menjadi seorang polisi lalu lintas. Mod Mata Elang memberikan pengalaman yang unik dan menarik.
Selain itu tampilan yang menarik dengan desain livery Mata Elang yang khas dengan warna biru dan putih serta berbagai logo kepolisian membuat bus terlihat lebih dinamis dan mencolok.
Selain tampilan, mod ini seringkali dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan seperti suara sirine yang realistis dan lampu rotator yang berkilauan.
Cara Mendapatkan Mod Mata Elang:
- Cari di Forum atau Grup Bussid: Banyak komunitas Bussid yang menyediakan berbagai macam mod, termasuk mod Mata Elang. Anda bisa
- YouTube: Banyak YouTuber yang membagikan tutorial cara memasang mod Bussid, termasuk mod Mata Elang. Anda bisa mencari tutorial tersebut di YouTube.
- Website Khusus Mod Bussid: Beberapa website khusus menyediakan koleksi mod Bussid yang bisa Anda unduh secara gratis.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
Tidak semua mod memiliki kualitas yang sama. Pastikan Anda mengunduh mod dari sumber yang terpercaya untuk menghindari virus atau malware.
Setiap mod memiliki cara pemasangan yang berbeda. Biasanya, Anda perlu mengekstrak file mod dan menyalinnya ke folder yang sesuai di dalam folder data game Bussid.
Baca Juga: Nggak Perlu Inget Umur, Melakukan Hobi di Umur 30 Itu Nggak Dosa Kok!
Jika game Bussid melakukan update, mod yang Anda pasang mungkin tidak kompatibel lagi. Anda perlu mencari versi mod terbaru yang sesuai dengan versi game Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK
-
Pamer Anak Jadi WNA Picu Amarah Warganet, Mengapa Pernyataan Alumni LPDP Begitu Sensitif?
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
-
KPK Incar Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Skandal Suap Jalur Kereta Api DJKA
-
Gus Yaqut Lawan Status Tersangka KPK, Akui Berhasil Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji