Suara.com - Amerika Serikat (AS) berencana untuk mendirikan pangkalan militer dan menyebarkan unit peluncur rudal di Jepang dan Filipina "jika terjadi keadaan darurat di Taiwan," menurut sebuah laporan yang dirilis pada hari Senin.
Pangkalan sementara baru akan dibangun di sepanjang rangkaian Kepulauan Nansei di barat daya, tempat Resimen Pesisir Marinir AS akan dikerahkan, yang membentang dari provinsi Kagoshima dan Okinawa di Jepang hingga Taiwan, seperti yang dilaporkan oleh Kyodo News.
China, yang menganggap Taiwan sebagai "provinsi yang memisahkan diri," belum memberikan tanggapan terhadap perkembangan ini.
Pasukan Bela Diri Jepang "diperkirakan akan berperan, terutama dalam memberikan dukungan logistik kepada unit marinir, termasuk penyediaan bahan bakar dan amunisi."
Laporan tersebut menyatakan bahwa Angkatan Darat AS akan mengerahkan unit tembakan jarak jauh dari Satuan Tugas Multi-Domain, yang dirancang untuk beroperasi di berbagai domain, termasuk udara, darat, laut, luar angkasa, dunia maya, dan informasi, di Filipina.
Menurut rencana ini, Tokyo dan Washington akan mengintegrasikan penempatan baru tersebut ke dalam rencana operasi gabungan pertama mereka, yang dijadwalkan untuk dirumuskan bulan depan.
Tag
Berita Terkait
-
Berbeda dengan Trump, Biden Akan Hormati Demokrasi Hadiri Pelantikan Penerusnya
-
Polisi Selidiki Ancaman Pembunuhan Presiden Marcos, Izin Praktik Wapres Duterte Terancam Dicabut
-
Wakil Presiden Duterte Dipanggil Pihak Berwajib Terkait Ancaman Pembunuhan Presiden Marcos!
-
Wapres Duterte Ungkit Pembunuhan Aquino, Tantang Presiden Marcos: Saya Akan Melawan!
-
Marcos Balas Serangan Duterte, Dukung Investigasi Penggunaan Dana Rahasia oleh Wapres
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan