Suara.com - Polisi resmi menetapkan seorang pria berinisial DP (21) sebagai tersangka terkait kasus peredaraan narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. DP awalnya diringkus warga setelah dicurigai sedang berada di tepi jalan. Kecurigaan warga ternyata benar, ternyata DP merupakan pengedar sabu-sabu.
"Seorang pria berinisial DP (21), warga Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus peredaran narkotika jenis sabu," kata Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Ari Wibowo dikutip dari Antara, Minggu (1/12/2024).
Dalam kasus ini, DP dijerat Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.
Terkait dengan kronologi penangkapan tersangka, Kasatresnarkoba Polresta Banyumas Kompol Willy Budiyanto mengatakan hal itu berawal dari kecurigaan masyarakat terhadap DP yang berada di tepi jalan Kelurahan Tanjung RT 01 RW 09, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, pada hari Rabu (27/11), sekitar pukul 00.30 WIB.
"Oleh karena curiga, warga pun segera mengamankan DP dan diketahui bahwa yang bersangkutan membawa 21 paket diduga narkotika jenis sabu, sehingga warga langsung menghubungi kami," katanya.
Saat dilakukan interogasi awal oleh petugas Satresnarkoba, kata dia, DP mengaku telah meletakkan 19 paket diduga sabu di sejumlah titik yang masuk wilayah Purwokerto, Ajibarang, dan Wangon.
Dengan berbekal pengakuan DP dan petunjuk foto yang tersimpan di ponsel tersangka, lanjut dia, petugas Satresnarkoba segera melakukan pencarian ke sejumlah titik penempatan paket diduga sabu tersebut.
"Dari hasil pencarian, kami berhasil mengamankan 9 paket, sedangkan 10 alamat atau titik paket sabu lainnya sudah kosong, kemungkinan telah diambil oleh pemesan," katanya.
Terkait dengan hal itu, dia mengatakan DP beserta barang bukti berupa 30 paket sabu dengan berat bersih 8,973 gram, satu unit ponsel, satu buah tas selempang, dan satu unit sepeda motor langsung digelandang di Markas Polresta Banyumas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Saat ini tersangka DP telah kami tahan untuk proses hukum lebih lanjut," kata Kompol Willy. (Antara)
Berita Terkait
-
Exit Poll SMRC: Endorsement Prabowo dan Jokowi Tak Ampuh Dongkrak Elektabilitas RK-Suswono di Jakarta
-
Jiplak Gaya Pencitraan Jokowi, Rocky Gerung Sindir Bantuan Wapres Gibran: Bagi-bagi Sembako Tugas Ketua RT!
-
Jahat Banget, RK Sedih Lihat Foto Almarhum Eril Ditempel di Surat Suara: Boleh Nge-bully Sesuka Hati, tapi Jangan Anak!
-
Viral Tak Digubris Polisi, Pria yang Teriak-teriak di Gerbang Polsek Kelapa Gading Ternyata Keluarga Tersangka Narkoba
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua