Suara.com - SMA Negeri 2 Cibitung tengah jadi sorotan pasca duga pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah terungkap ke publik. Kasus itu pertama kali dibongkar oleh politisi PSI Rinald Siregar yang mengaku dapat laporan langsung dari salah satu siswa sekolah tersebut.
Dari keterangan siswa itu, pungli sudah terjadi beberapa kali setiap tahun ajaran baru dengan berbagai alasan berbeda. Pada tahun ajaran baru 2023/2024 dikatakan SMAN 2 Cibitung lakukan pungli dengan alasan membangun pagar. Kemudian tahun ajaran 2024/2025, sekolah kembali meminta iuran dengan alasan untuk mengurug tanah.
Kepada Ronald, siswa tersebut mengirimkan surat undangan dari pihak sekolah untuk orang tua, tertanggal 19 September 2024.
Bermula Dari Sosialisasi Guru dengan Orang Tua Murid
Siswa SMAN 2 Cibitung yang disembunyikan identitasnya itu menuturkan, pungli di sekolahnya bermula dari pihak komite sekolah mengundang orang tua siswa untuk sosialisasi. Saat sosialisasi, orang tua murid diminta mengisi kertas untuk menulis nominal biaya iuran untuk pembangunan sekolah.
"Disuruh isi kertas buat nulisin angka uang yang mau dikasih orang tua ke sekolah padahal tertulis bersosialisasi pada undang tersebut. Saya selaku siswa merasa dirugikan padahal ini (sekolah) negeri, mana mungkin uang tanah, pagar, serta bangunan lain menggunakan uang siswa," ujar sang siswa, dikutip dari postingan Ronald di akun Instagram pribadinya, Kamis (5/12/2024).
Meski orang tua murid diminta mengisi sendiri nominal iuran yang akan diberikan, tetapi sekolah nampaknya menetapkan jumlah minimal. Siswa itu menyebut kalau iuran yang dibebankan senilai Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per anak. Biaya tersebut dikenakan kepada 600-an siswa SMAN 2 Cibitung.
Tidak Bisa Ujian Jika Tidak Bayar
Walaupun sadar kalau permintaan iuran itu pungli, sejumlah siswa seolah tidak bisa menolak permintaan pihak sekolah. Karena siswa dikatakan tidak akan mendapat kartu ujian jika belum membayar atau menyicil iuran tersebut.
Baca Juga: Sampai Nangis di Persidangan, Terdakwa Pungli Rutan KPK Menyesal Ikut Peras Tahanan Korupsi
"Masalahnya kalau gak bayar gak dikasih kertas ulangan bang, gimana mau maju Indonesia emas," ujar siswa tersebut.
Siswa yang melaporkan pungli tersebut mengaku belum membayar iuran tersebut. Walau begitu dia bisa melanjutkan ujian, hanya saja tidak bisa mendapatkan absensi.
Pembayaran Tidak Boleh Transfer
Pihak sekolah meminta orang tua siswa untuk membayar iuran secara tunai dan melarang untuk transfer. Bagi siswa yang sudah membayar secara penuh maupun menyicil, sekolah akan memberi kwitansi.
Sekolah berkilah kalau iuran tersebut sudah berdasarkan kesepakatan dengan orang tua. Keterangan itu disampaikan seorang guru saat ditanya oleh salah satu siswa.
"Minimal cicilannya itu ada, jadi titip pesan. Kan kemarin sesuai persetujuan orang tua. Kalau misalnya belum ada, jadi pakai kartu (ujian) sementara, tapi itu diambil setiap hari," tutur guru tersebut lewat video yang direkam diam-diam oleh siswanya.
Berita Terkait
-
Nomor WA Lapor Mas Wapres Tidak Aktif, Siswa SMA 2 Cibitung Laporkan Dugaan Pungli Sekolah ke Netizen
-
Skandal Pungli Rutan KPK,15 Mantan Pegawai Dituntut 4 Hingga 6 Tahun Penjara
-
Terdakwa Ungkap Ada Intervensi dari Tahanan Korupsi Jika Tolak Duit Pungli: Dia Tahu Jumlah Anak dan Alamat Saya
-
Terdakwa Pungli Rutan KPK Ungkit Pernah Rawat Tahanan Sakit Parah: Buang Air Kecil Saja Tak Bisa
-
Sampai Nangis di Persidangan, Terdakwa Pungli Rutan KPK Menyesal Ikut Peras Tahanan Korupsi
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter