Suara.com - Kabar duka datang dari dunia hiburan Thailand. Penyanyi pop berbakat, Ping Chayada, meninggal dunia di usia 20 tahun setelah mengalami komplikasi serius yang diduga akibat rangkaian sesi pijat.
Ping Chayada, yang dikenal karena suara merdunya dan energi panggung yang luar biasa, pertama kali mengeluhkan rasa sakit di leher dan bahu. Pada 5 Oktober, ia memutuskan menjalani sesi pijat untuk meredakan ketegangan otot. Namun, teknik memutar leher yang digunakan oleh terapis justru memperparah kondisinya.
Dua hari setelah pijat pertama, Ping mulai merasakan ketidaknyamanan yang ia anggap sebagai efek biasa dari pijat. Ia mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa menyadari ada masalah yang lebih serius.
Namun, rasa sakit terus berlanjut, bahkan menyebabkan mati rasa di lengannya. Meski demikian, Ping kembali melakukan sesi pijat kedua dengan terapis yang sama, berharap kondisinya membaik.
Dua minggu setelah sesi kedua, tubuh Ping mulai kaku hingga ia kesulitan berbaring. Merasa situasinya memburuk, ia mencoba terapis pijat lain.
Bukannya membaik, ia justru mengalami sensasi kesemutan di jari-jari tangan, mati rasa di kaki kanan, dan rasa sakit yang semakin tak tertahankan.
Pada 30 Oktober, Ping akhirnya memeriksakan diri ke rumah sakit dan diberikan obat penghilang rasa sakit. Namun, kondisinya semakin parah. Pada 6 November, ia dilarikan ke rumah sakit karena rasa sakit hebat di leher dan kaki yang membuatnya tidak bisa bergerak.
Dalam unggahan terakhir di akun Facebook-nya yang diikuti lebih dari 22 ribu penggemar, Ping membagikan pengalamannya, berharap dapat menjadi pelajaran.
"Saya suka pijat sejak kecil, tapi kali ini berbeda. Saya mengalami rasa sakit luar biasa. Saya ingin sembuh dan kembali bekerja, tapi tubuh saya belum siap," tulisnya.
Pemeriksaan lanjutan mengungkap bahwa Ping menderita transverse myelitis, sebuah kondisi neurologis yang disebabkan peradangan pada sumsum tulang belakang. Meskipun sempat membaik dan diperbolehkan pulang pada 11 November, kondisinya memburuk lagi sepekan kemudian. Pada 18 November, Ping mengalami kejang hebat dan dilarikan ke rumah sakit untuk terakhir kalinya.
Baca Juga: Tragis! Turis Singapura Meninggal Mendadak Usai Pijat di Phuket Thailand
Kepergian Ping Chayada pada usia yang begitu muda menjadi pukulan telak bagi keluarga, teman, dan para penggemarnya. Kisahnya menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap prosedur pijat dan dampak yang mungkin ditimbulkannya.
"Kami kehilangan seorang bintang berbakat yang memiliki masa depan cerah," ujar salah satu kerabatnya dalam wawancara.
Para penggemar Ping kini membanjiri media sosial dengan ungkapan duka cita dan kenangan manis akan karya-karyanya. Keluarga berharap kejadian tragis ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko terapi yang dilakukan tanpa pengawasan profesional.
Transverse Myelitis adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan medis cepat. Gejalanya meliputi nyeri tajam, mati rasa, kelemahan anggota tubuh, dan gangguan fungsi motorik.
Berita Terkait
-
Tragis! Turis Singapura Meninggal Mendadak Usai Pijat di Phuket Thailand
-
Noya Hadirkan Pengalaman Kuliner Thailand yang Lengkap dengan Konsep AYCE Grill & Hotpot
-
Film Thailand 404 Run Run Bakal Kocok Perut Penonton Indonesia
-
Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia 2027: Vietnam dan Malaysia Satu Grup, Thailand Bisa Lolos Mudah
-
Skuad Termahal di Piala AFF 2024: Thailand Pertama, Timnas Indonesia Peringkat Berapa?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip
-
Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia
-
Usai Diperiksa KPK, Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya
-
Heboh Kasus Pelecehan FH UI, Sosiolog Bongkar Bahaya Maskulinitas Toksik di Kampus
-
Mengenal Gajah Juanda, Saat Trotoar Bogor Menjadi Arena 'Skakmat' di Tengah Deru Kota
-
Sebut Rencana Pramono Anung Ini 'Lucu', Kevin Wu PSI: Rakyat Bisa Antipati ke Partai Politik
-
JK Diserang Usai Senggol Ijazah Jokowi, Jubir Bongkar Motif Upaya Pembungkaman
-
Dapat Kejutan Ultah di DPR, Titiek Soeharto Senyum-senyum Ditanya Ucapan 'Spesial' dari Prabowo
-
PSI Usul Cara Lain Tambah PAD Jakarta, Tak Perlu Jual Nama Halte ke Parpol
-
Perkuat Otot Militer, RI-AS Resmi Bentuk MDCP: Fokus Teknologi Bawah Laut