Suara.com - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) memastikan tidak ada universitas lakukan blacklist terhadap sekolah yang siswanya tidak jadi masuk PTN meski sudah lolos jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Ketua Umum Tim Penanggungjawab SNPMB Eduart Wolok menyampaikan, universitas bisa saja lakukan pengurangan kuota SNBP, alih-alih langsung blacklist sekolah. Eduart menyatakan pihaknya akan membicarakan hal tersebut kepada setiap rektor PTN.
"Kami akan mengomunikasikan dengan teman-teman rektor. Karena sebenarnya kalau di-blacklist itu hampir tidak ada sih, yang ada mungkin pengurangan kuotanya," kata Eduart ditemui di kantor Kementerian Diktisaintek, Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Eduart tak menampik adanya beberapa kejadian peserta didik yang membatalkan kelolosan SNBP. Rektor Universitas Negeri Gorontalo itu mengingatkan, kesempatan lolos SNBP sebaiknya jangan disia-siakan.
"Karena kuota yang disediakan, artinya SNBP itu kan jalur istimewa yang diberikan, tanpa tes. Lantas kemudian jalur istimewa ini tidak dioptimalkan, itu juga sangat kita sayangkan," ujarnya.
Dia melanjutkan, PTN memang punya kewenangan untuk mengurangi jumlah kuota penerimaan jalur SNBP untuk setiap sekolah atas alasan apa pun. Karena itu, Eduart meminta kepada setiap sekolah untuk menekankan kepada para siswanya agar memilih prodi jalur SNBP sesuai dengan minatnya. Sehingga siswa tetap melanjutkan proses SNBP dan kuliah.
"Pimpinan perguruan tinggi itu juga ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada seluruh calon mahasiswa di seluruh Indonesia. Jangan sampai ketika kursi yang sudah diberikan engga jadi," ujar Eduart.
Sekretaris Dirjen Dikti Tjitjik Tjahjandarie menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbud) Nomor 48 Tahun 2022 ditetapkan bahwa penerimaan mahasiswa jalur SNBP, SNBT maupun jalur mandiri menjadi kewenangan pemimpin perguruan tinggi.
Tjitjik menyebutkan bahwa jalur SNBP sebenarnya menjadi karpet merah bagi siswa karena otomatis masuk PTN tanpa harus melalui tes kembali.
Baca Juga: SNPMB 2025 Resmi Dibuka, Cek Kuota dan Jadwal Registrasi SNBP, SNBT
"Artinya diharapkan bahwa siapapun yang memilih program SNBP, harusnya ini serius dipilih sesuai dengan karpet merah yang dimiliki. Karena tidak semua orang memiliki jalur yang oke, hanya jalur melalui penilaian rapor dan portofolio," pesannya.
Berita Terkait
-
SNPMB 2025 Resmi Dibuka, Cek Kuota dan Jadwal Registrasi SNBP, SNBT
-
UTBK 2025 Ditetapkan Cuma Satu Gelombang, Begini Alasannya!
-
Kuota SNPMB 2025 Ditambah, Simak Jadwal Lengkap Pendaftarannya
-
Persaingannya Sengit, Ketahui 6 Jalur Masuk UI yang Jadi Incaran Calon Mahasiswa Baru
-
Belajar dari Dasar, Berikut 2 Rekomendasi Buku Matematika bagi Mahasiswa Baru
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Politisi Peter Mandelson Mundur Usai Foto Vulgar di Epstein Files Tersebar
-
Bukan Bertemu Oposisi, Istana Jelaskan soal Pertemuan Prabowo dengan Siti Zuhro hingga Abraham Samad
-
Relawan Prabowo Tegas Tolak Polri di Bawah Menteri, Singgung Ancaman Keamanan
-
Gas N2O Disorot Usai Kasus Lula Lahfah, Polisi Akui Belum Bisa Tindak: Tunggu Regulasi
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Masuk Level Waspada
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari
-
Berawal dari Ingin Salaman, Anggota Banser Diduga Dikeroyok: Habib Bahar Kini Resmi Jadi Tersangka
-
Teriakan Histeris di Sungai Tamiang: 7 Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Aceh