Suara.com - Media Amerika Serikat Wall Street Journal menyoroti soal sejumlah mediator dari negara-negara Arab yang menginginkan adanya gencatan senjata di jalur Gaza Palestina.
Nampaknya kata media AS itu, Kelompok Hamas mungkin akan menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza, termasuk mengizinkan kehadiran tentara Israel di wilayah kantong Palestina.
Para penengah itu mengatakan bahwa Hamas telah menyetujui dua tuntutan utama Israel dan memberikan daftar sandera, termasuk warga AS, yang akan dibebaskan.
Syarat yang dinegosiasikan saat ini mencakup gencatan senjata selama 60 hari, pertukaran lebih dari 30 sandera Israel dengan sejumlah sandera Palestina, dan izin dari Israel untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dijadwalkan mengunjungi Israel, Mesir, dan Qatar akhir pekan ini untuk mendorong tercapainya kesepakatan tersebut, menurut para mediator.
Mereka menambahkan bahwa AS dan Mesir berharap dapat memanfaatkan momen setelah Israel menyepakati gencatan senjata dengan Lebanon.
Para petinggi keamanan Israel telah menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon yang dimediasi AS pada akhir November.
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa gencatan senjata itu diperlukan agar pihaknya lebih fokus pada ancaman dari Iran dan mengisolasi Hamas di Gaza.
Pada 7 Oktober 2023, Israel dihujani roket dari Jalur Gaza. Para pejuang Hamas juga menerobos perbatasan, melepaskan tembakan ke arah militer dan warga sipil, serta menyandera sejumlah warga Israel.
Baca Juga: Bela Palestina, Irlandia Akan Lawan Israel: Mereka Lakukan Kejahatan Genosida di Gaza
Menurut Israel, sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan tersebut. Sebagai balasan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan Operasi Pedang Besi untuk menumpas Hamas di Gaza.
Operasi militer Israel itu hingga kini telah menewaskan lebih dari 44.800 warga Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut otoritas Palestina. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah