Lulus Akmil, Kunto memulai karier sebagai prajurit sebagai Komandan Peleton (Danton) Yonif Linud 502/Ujwala Yudha dan Danton Yonif Linud 412/Bharata Eka Sakti.
Selanjutnya ia menjadi Kasi-2/Ops Korem 083/Baladhika Jaya (2007-2008), Komandan Batalion Infanteri (Danyonif) 500/Raider (2008-2009), dan Dansatdik Sussarcab Pusdikif Pussenif (2009-2010).
Kunto lalu dipercaya menjadi Kasbrigif 13/Galuh (2010-2012), Danbrigif 6/Trisakti Baladaya (2012-2013), Kadep Teknik Akmil (2013-2014), dan Asops Kasdam IX/Udayana (2014-2015).
Karier Kunto makin cemerlang setelah diangkat menjadi Danrem 044/Garuda Dempo (2016-2018), Danpuslatpur Kodiklatad (2018-2019), Danrem 032/Wirabaja (2019-2020), Kasdam III Siliwangi (2020).
Kunto lalu dipercaya menjadi Pangivid 3/Kostrad (2021) dan Pangdam III/Siliwangi (2020-2021). Saat menjadi Pangdam Siliwangi inilah karier Kunto menyusut.
Tulisan Kontroversial
Pada April 2023 lalu, Pangdam Siliwangi Mayjen Kunto membuat tulisan yang menimbulkan kontroversi.
Artikel berjudul Etika Menuju 2024 itu dimuat di laman kompas.com.
Dalam tulisannya, Kunto menyoroti tentang pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang. Ada kekhawatiran di diri Kunto terjadi provokasi dan perpecahan jelang Pemilu 2024.
“Kencangnya suhu yang dibangun serta kuatnya terpaan media menjadikan komunikasi politik begitu dinamis, fluktuatif, sekaligus sarat muatan provokatif. Andai dinamika terus dibiarkan dan provokasi bebas berkembang, jadi ancaman pertahanan keamanan kita. Ini perlu diwaspadai,” tulis Kunto.
Baca Juga: Profil Islah Bahrawi, Tokoh NU Blak-blakan Larang Gus Miftah Ceramah Jika Tak Punya Ilmu
Kunto tidak mempermasalahkan siapapun yang ikut dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Namun ia mengingatkan untuk tidak main curang.
“Ketika permainan curang tersebut sudah membuat penonton heboh atau bahkan membuat penonton menjadi resah dan tidak nyaman, maka “terapi” khusus harus diterapkan. Aturan hukum akan jadi acuan dan TNI siap tampil sebagai pengawal pada proses itu,” ujar Kunto.
Partai politik, menurut Kunto, adalah Lembaga yang paling berperan besar dalam mewujudkan proses pemilu beretika, bijaksana, beradab. Sayangnya Kunto melihat justru partai politik itu sendiri yang merusak tatanan berpolitik. Kunto memakai istilah tongkat membawa rebah dalam menggambarkan kondisi itu.
“Alih-alih berharap akan bisa mendewasakan atau mendidik publik dalam berpolitik, justru kekhawatiran “tongkat membawa rebah” yang diperlihatkan,” tulis Kunto.
Saat ini kata dia, yang dibutuhkan adalah melaksanakan Pancasila dalam politik sekarang ini, karena sedang tidak baik-baik saja.
“Akan tetapi, andai ketidakpedulian tetap terjadi dan semakin menguat, maka demi alasan pertahanan dan keamanan, TNI agaknya harus sedikit maju mengambil posisi. Semoga itu tidak terjadi,” tutup Kunto.
Berita Terkait
-
Profil Islah Bahrawi, Tokoh NU Blak-blakan Larang Gus Miftah Ceramah Jika Tak Punya Ilmu
-
Wamenag Minta Jumlah Petugas Haji 2025 dari Unsur TNI Ditingkatkan Dua Kali Lipat
-
Prabowo Ganti 300 Jenderal TNI, The Rising Star Militer Era Jokowi Terpental
-
Profil Tengku Zanzabella, Usulannya Soal Tokoh Buddha Gantikan Miftah Maulana Tuai Sorotan
-
Mutasi Besar-besaran Perwira Tinggi TNI buat Bersih-bersih 'Orang' Jokowi? TB Hasanuddin: TNI Hanya Loyal ke Negara!
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
-
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra
-
Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari