Suara.com - Damaskus kembali diguncang serangan udara pada Sabtu dini hari, dengan target utama situs-situs militer di ibu kota Suriah dan daerah sekitarnya. Menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serangan ini menghantam berbagai fasilitas strategis, termasuk sebuah institut ilmiah di Barzeh, di utara Damaskus, serta bandara militer di pedesaan ibu kota.
“Serangan udara Israel menghancurkan institut ilmiah serta fasilitas militer terkait di Barzeh,” ungkap kelompok pemantau yang berbasis di Inggris tersebut.
Selain itu, serangan juga dilaporkan menyasar gudang rudal balistik Scud dan peluncurnya di kawasan Qalamun, serta terowongan dan depot senjata yang tersembunyi di bawah pegunungan sekitar.
Target Militer Strategis
Gelombang serangan yang dilaporkan terjadi beberapa kali ini menghantam berbagai situs yang sebelumnya dikuasai rezim Bashar al-Assad, yang telah jatuh hampir seminggu lalu akibat perlawanan kelompok oposisi. Observatorium menyebut bahwa langkah Israel ini merupakan upaya sistematis untuk menghancurkan sisa-sisa kemampuan masa depan tentara Suriah.
Pada hari sebelumnya, Israel juga menyerang pangkalan rudal di puncak Gunung Qasyun, Damaskus, serta fasilitas pertahanan dan laboratorium penelitian di Masyaf, provinsi Hama. Target lainnya termasuk bandara di provinsi Sweida, di selatan Suriah.
Kontroversi Internasional
Sejak rezim al-Assad tumbang, Israel telah melancarkan ratusan serangan udara ke berbagai situs militer di Suriah. Mulai dari gudang senjata kimia hingga sistem pertahanan udara menjadi sasaran utama, yang menurut Israel, merupakan ancaman potensial bagi keamanan mereka.
Namun, langkah ini menuai kecaman internasional setelah Israel merebut zona penyangga yang diawasi oleh PBB di Dataran Tinggi Golan beberapa jam setelah kelompok oposisi menguasai Damaskus. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Kamis menyatakan keprihatinannya terhadap pelanggaran kedaulatan Suriah secara besar-besaran akibat serangan udara Israel.
Meningkatnya Ketegangan di Kawasan
Dengan situasi politik dan militer di Suriah yang terus memanas, serangan ini memicu kekhawatiran akan ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan Timur Tengah. Serangan udara Israel, meski sering kali dilakukan dengan alasan keamanan nasional, telah menciptakan ketegangan baru di tengah transisi kekuasaan Suriah yang masih belum jelas arah masa depannya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait serangan terbaru ini, sementara komunitas internasional terus memantau perkembangan di Suriah dengan cermat.
Baca Juga: Aktivitas Pangkalan Militer Rusia di Suriah Meningkat Pasca Penggulingan Bashar al-Assad
Berita Terkait
-
Aktivitas Pangkalan Militer Rusia di Suriah Meningkat Pasca Penggulingan Bashar al-Assad
-
Utusan PBB Desak Dunia Internasional Hindari Kehancuran Suriah Pasca Jatuhnya Bashar al-Assad
-
50 Tahun Terlarang, Warga Suriah Akhirnya Injakkan Kaki di Resor Mewah Dinasti Assad
-
Abbas Desak Israel Angkat Kaki dari Gaza, Serukan Palestina Kendalikan Penuh
-
Hezbollah Bantu Ratusan Pejabat Rezim Assad Kabur ke Lebanon?
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Berkat Ribuan Pasukan Oranye, Jakarta Kembali Kinclong Usai Malam Tahun Baru 2026
-
Geger! Petani di Rejang Lebong Ditemukan Tewas Tersangkut di Pohon Kopi Usai Banjir Bandang
-
Malam Tahun Baru Memanas, Tawuran Remaja Nyaris Meletus di Flyover Klender
-
Agar Negara Tak Dicap Merestui Pembungkaman Kritik, Teror ke DJ Donny dan Aktivis Lain Harus Diusut
-
Tahanan Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng, Mantan Napol Desak Investigasi Independen!
-
Kebakaran Rumah Kosong di Jagakarsa Saat Warga Sambut Tahun Baru 2026
-
Kemdiktisaintek Rilis Aturan Baru No 52 2025, Jamin Gaji Dosen Non-ASN
-
Pasukan Orange Tuntaskan Bersih-Bersih Sisa Perayaan Tahun Baru Sebelum Subuh
-
Banjir dan Longsor Lumpuhkan Kehidupan Anak di Tapanuli Tengah
-
Pendidikan Pascabencana di Sumatra: Ketika Sekolah Dibuka Kembali, Siapkah Anak-Anak Belajar?