Suara.com - Mantan narapidana kasus terorisme (napiter) Ustaz Roki Apris Dianto alias Atok mengajak semua pihak untuk memberikan kemanan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Terutama, bagi mantan anggota jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) untuk menjaga kondusifitas saat Nataru nanti.
"Kita harus menjaga kerukunan sesama anak bangsa," katanya, dalam keterangan yang diterima Suara.com, Senin (16/12/2024).
Keamanan dan ketertiban menjelang Nataru, menurutnya, harus dijaga bersama-sama. Meski ada perbedaan di masyarakat, tetap pada akhirnya semua satu bangsa dan negara.
"Kita satu negeri satu bangsa, bangsa Indonesia," ungkapnya.
Atok juga menanggapi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Terutama setelah rezim Bashar al-Assad di Suriah, terguling. Ia mengajak umat Islam, utamanya eks napiter maupun para jihadis agar tidak menyikapi berlebihan.
"Apa pun yang terjadi di sana kita jangan euforia. Toh itu terjadi di wilayah sana," ucapnya.
Atok berharap, konflik yang terjadi di Timur Tengah maupun Suriah, tak dibawa ke Indonesia. Sebab bakal merugikan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.
"Satu wilayah itu kalau terjadi perang itu yang susah bukan satu orang, tapi seluruh negeri, anak-anak kita, semua akan susah," ujarnya.
Baca Juga: Khawatir Teroris, Israel Ekspansi ke Suriah dan Kuasai Zona Penyangga
"Makanya kita ikuti arahan pemerintah, apa yang pemerintah sampaikan itu yang kita ikuti, itu yang kita terima," tambah Atok.
Lebih lanjut, ia mengajak mantan napiter ataupun komunitas mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) untuk terus belajar. Sehingga dengan begitu, mereka bakal mendapat pemahaman yang utuh soal berbagai hal, termasuk keagamaan hingga kebangsaan.
"Mari senantiasa belajar, untuk terus belajar. Orang kalau berhenti belajar terus dia akan mendapatkan pencerahan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!
-
Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya