Suara.com - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengklaim bahwa Rusia tidak ingin ada perdamaian dengan Ukraina sampai detik ini. Tentunya ini menjadi sorotan khusus bagi negara barat.
Dalam KTT Uni Eropa-Balkan Barat di Brussels, Kaja Kallas menilai bahwa perdamaian antara Rusia dan Ukraina tidak akan terjadi, bahkan solusinya sangat sulit.
"Tetapi kita berada dalam situasi di mana Rusia tidak menginginkan perdamaian, dan itu adalah masalah," katanya.
"Jadi untuk mendapatkan solusi terbaik, kita perlu mendukung Ukraina semampu kita," katanya lebih lanjut, seraya menambahkan bahwa Ukraina yang lebih kuat "di medan perang" akan membuatnya lebih kuat "di sekitar meja perundingan, dan itu juga demi kepentingan Eropa."
Kallas juga menyuarakan tujuannya untuk "melihat kemajuan yang nyata dalam proses perluasan selama lima tahun" masa jabatannya.
Setelah lebih dari seribu hari perang Rusia di Ukraina yang dimulai pada Februari 2022, dia berkata: "Kami juga akan membahas aktivitas hibrida Rusia dan perang di Ukraina, dan apa yang dapat kami lakukan lebih banyak lagi."
Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menekankan bahwa perluasan tersebut merupakan "prioritas," dan "investasi geopolitik terpenting dalam perdamaian, keamanan dan kemakmuran."
Dia juga menggambarkan rencana pertumbuhan tersebut sebagai "perubahan besar" yang dapat "mengubah Balkan Barat secara radikal selama beberapa dekade ini."
Rencana tersebut diadopsi oleh Komisi EU pada November 2023, untuk mengintegrasikan Balkan Barat ke dalam pasar tunggal EU, memperdalam kerja sama ekonomi regional dan reformasi terkait EU, serta meningkatkan pendanaan pra-aksesi.
Baca Juga: Datang Langsung ke Mesir, Prabowo Beri Pesan Penting Untuk Mahasiswa Hingga Banggakan Gus Dur
Perdana Menteri Belgia Alexander de Croo mengatakan, sementara itu, bahwa EU adalah "satu-satunya mitra yang dapat diandalkan dan teguh bagi negara-negara Balkan Barat."
Mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh negara-negara tersebut dalam perjalanan mereka menuju aksesi EU, de Croo menambahkan bahwa blok tersebut, bagi pihaknya, "sejalan dengan proses perluasan," perlu melakukan "reformasi" untuk memastikan kesiapan menjadi "plus 27."
De Croo juga mengomentari situasi di Suriah, dengan mencatat pentingnya menghormati "integritas teritorialnya."
"Segala sesuatu perlu dilakukan untuk meredakan situasi, sehingga, misalnya, orang-orang yang ingin kembali, dapat kembali. Kita perlu menghindari Suriah sebagai tempat terjadinya konflik regional yang melibatkan banyak negara. Jadi seruan kami adalah: Hentikan kekerasan dan hormati integritas teritorial Suriah," kata De Croo lebih lanjut.
Bashar Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok anti-rezim menguasai Damaskus pada 8 Desember, mengakhiri rezim Partai Baath, yang telah berkuasa sejak 1963.
Negara itu mengalami perang saudara yang kejam sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
UU HAM Akan Direvisi Setelah 26 Tahun: Benarkah Sudah Usang?
-
Gelang GPS Resmi Dilepas, Suami Tersangka Bela Istri dari Jambret Bernapas Lega Usai Sepakat RJ
-
DPR Gelar Rapat Tertutup, Bahas Anggaran Bareng Menhan dan Panglima TNI
-
Bantah Kena OTT KPK, Eks Wamenaker Noel: Operasi Tipu-tipu
-
Eks Wamenaker Noel Klaim Dapat Info A1: Hati-hati Pak Purbaya Akan Dinoelkan!
-
Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian
-
Saksi Kunci Dituding Bohong di Persidangan, Pengacara Nadiem Minta Hakim Beri Sanksi
-
Fakta Pilu Longsor Bandung Barat: 17 Jenazah Dikenali, Seribu Personel Berjibaku Cari 65 Korban
-
Jalan Jakarta Dikepung Lubang Usai Hujan Deras, Pramono: Sampai 27 Januari Belum Bisa Diperbaiki