Suara.com - Pohon Natal, yang kini menjadi ikon tak terpisahkan dalam perayaan Natal, memiliki sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan tradisi Kristen. Lantas, bagaimana sejarah pohon Natal pertama di dunia?
Perayaan Natal yang jatuh pada 25 Desember kerap menggunakan pohon Natal dengan segala dekorasinya. Pohon-pohon Natal kini menjadi simbol utama yang menghiasi rumah-rumah, gereja, dan tempat umum di berbagai belahan dunia.
Oleh karena itu, sejarah pohon Natal pertama di dunia sangat menarik untuk dikulik. Berikut informasi selengkapnya.
Sejarah dan Asal Usul Pohon Natal
Mengutip dari National Geographic, pohon Natal berasal dari wilayah Alsace di Jerman dan muncul pada abad ke-16. Meskipun Alsace sekarang menjadi bagian dari negara Prancis, di abad tersebut masih ikut wilayah Jerman,
Pada saat itu, umat Kristen mulai membawa pohon cemara yang selalu hijau ke dalam rumah mereka dan menghiasnya dengan lilin, buah-buahan, serta tanaman hijau sebagai simbol kehidupan abadi.
Tradisi ini kemudian berkembang di berbagai negara Eropa dan mulai menyebar ke Inggris pada abad ke-19 melalui pengaruh keluarga kerajaan, terutama setelah Ratu Victoria dan Pangeran Albert memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat Inggris.
Sementara itu, di bagian lain Eropa, Latvia dan Estonia juga mengklaim sebagai tempat pertama kali pohon Natal dipasang. Latvia mengklaim tradisi ini dimulai pada tahun 1510, sedangkan Estonia menyebutkan festival pohon Natal pertama kali digelar di Tallinn pada tahun 1441.
Meskipun ada perdebatan mengenai klaim ini, banyak yang sepakat bahwa tradisi pohon Natal berasal dari wilayah Eropa Utara, yang memiliki banyak hutan cemara. Pohon Natal juga masuk ke Amerika Serikat melalui imigran Jerman pada abad ke-19 dan semakin populer di seluruh dunia setelah pengaruh besar dari Inggris.
Keunikan Pohon Natal
Pohon Natal memiliki banyak keunikan yang membedakannya dalam setiap tradisi perayaan. Secara simbolis, pohon cemara yang digunakan untuk menghias pohon Natal melambangkan kehidupan yang abadi.
Baca Juga: Lirik Lagu Teringat Saat Natal Bersama Untuk Perantau yang Rindu Kampung Halaman
Saat musim dingin, saat kebanyakan tanaman mati atau rontok daun, pohon cemara tetap hijau sebagai tanda ketahanan hidup. Selain itu, setiap negara memiliki cara tersendiri dalam mendekorasi pohon Natal.
Di awal perkembangannya, pohon Natal dihias dengan lilin, buah-buahan, dan pernak-pernik buatan tangan. Seiring berjalannya waktu, lampu listrik menggantikan lilin, dan berbagai ornamen modern seperti bola hias, pita, dan pernak-pernik lainnya mulai menghiasi pohon Natal.
Pohon Natal juga memiliki makna religius dalam perayaan Natal. Bagi sebagian orang Kristen, pohon Natal dianggap sebagai simbol pohon kehidupan di Taman Eden, atau lambang dari Kristus sebagai "terang dunia", yang tercermin dari cahaya lampu yang digantungkan pada pohon.
Dengan segala dekorasi dan makna simbolisnya, pohon Natal telah menjadi lambang kehangatan, sukacita, dan kebersamaan Natal yang dirayakan di berbagai negara di seluruh dunia.
Demikianlah informasi terkait pohon Natal pertama di dunia. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
Lirik Lagu Teringat Saat Natal Bersama Untuk Perantau yang Rindu Kampung Halaman
-
Apakah Yesus Orang Palestina? Tema Natal 2024 Kembali ke Betlehem
-
Hukum Belanja dengan Memanfaatkan Diskon Natal Bagi Muslim, Apakah Boleh?
-
Video Detik-detik Penangkapan Dramatis Pelaku Serangan di Pasar Natal Jerman
-
Tragedi di Pasar Natal Jerman, Dua Orang Tewas, Puluhan Luka-Luka dalam Insiden Mobil Menabrak Kerumunan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno