Pemindahan senjata saat ini terkait dengan penerapan resolusi 1701 dan lainnya, terutama 1559. Hal itu juga terkait langsung dengan penggulingan rezim Assad yang tiba-tiba dan dramatis, jelasnya.
Hayat Tahrir al-Sham, penguasa sementara Suriah, telah mengeluarkan perintah bagi kelompok-kelompok Palestina yang berafiliasi dengan rezim tersebut untuk meletakkan senjata mereka.
Faksi-faksi ini, yang telah mengibarkan bendera Palestina dan tidak melakukan apa pun selain merugikan rakyat Palestina dan Lebanon, tidak lagi memiliki pendukung regional dan Lebanon, jadi mereka tidak punya pilihan selain tunduk pada perintah tersebut, kata Debsi.
Syarat-syaratnya sudah matang bagi negara Lebanon untuk memaksakan kedaulatannya, melalui tentara, di seluruh wilayahnya dan mengakhiri keberadaan kelompok bersenjata Palestina di luar kamp-kamp pengungsi, tegasnya.
Selain itu, negara memiliki hak untuk memaksakan otoritasnya atas kamp-kamp tersebut dan menyingkirkan senjata di sana, katanya.
Saat ini, penyingkiran senjata Palestina tampaknya bukan pertanda bagi Hizbullah untuk meletakkan senjatanya di wilayah utara Litani.
Langkah seperti itu menuntut “keputusan politik besar yang saat ini belum dapat diambil,” kata sumber tersebut.
Berita Terkait
-
Perkembangan Terkini di Suriah usai Kejatuhan Rezim Assad
-
Kondisi Terkini di Suriah Usai Bashar Al-Assad Tumbang, Sebagian Wilayah Diduduki Pasukan Israel dan AS
-
Apakah Yesus Orang Palestina? Tema Natal 2024 Kembali ke Betlehem
-
Kenapa Rusia Beri Suaka ke Bashar al-Assad? Ini Kata Tolchenov
-
2 Ribu Tentara Amerika Serikat Ditempatkan di Suriah, Untuk Apa?
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis
-
Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!