Kisruh tersebut, membuat pelawak Srimulat Kabul Basuki alias Tessy secara tiba-tiba mendatangi Bareskrim Polri. Kedatangan tessy guna memberikan klarifikasi jika pengendali Judol yang disebut-sebut berinisial T, bukanlah dirinya.
Klarifikasi ini dilakukan Tessy lantaran dirinya merasa dirugikan. Pasalnya semenjak muncul ke publik soal pengendali judol berinisial T, Tessy mengaku beberapa projeknya harus lepas. Pasalnya saal itu, beredar pernyataan Benny disandingkan dengan foto Tessy yang dijadikan meme oleh warganet.
Publik Figur Ikut Terseret
Maraknya judol di Indonesia tidak terlepas dari banyaknya publik figur yang ikut dalam mempromosikannya. Tak hanya Selebgram atau Tiktoker, Sejumlah artis ternama seperti Wulan Guritno dan Deny Cagur juga terindikasi dalam mempromosikan situs judol.
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, sebelumnya juga sempat memanggil para artis dan publik figur untuk dilakukan pemeriksaan terhadap promosi tersebut.
Berdasarkan laporan dari Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia alias AI’MI ada 27 publik figur yang ddilaporkan kepada kepolisian, diantara Wulan Guritno FP, DP, YL, DD, OL, DC, AL, GD, DC, BW, AM, NM, CV, YY, AM, CC, CH, IM, S, KO, HH, AL, JI, AT, dan ZG.
Bahkan terbaru, seorang Youtuber Natta Eko Stevanus alias Katak Bhizer mempromosikan situs judi online melalui channel Youtube-nya, pada Oktober 2024.
Hingga saat ini, petugas masih memburu Katak Bizzer, yang disinyalir higga kini masih buron akibat melerikan diri ke luar negeri.
Selain itu, petugas sempat meringkus Gunawan ‘Sadbor’ di bulan yang sama. Tiktokers asal Sukabumi ini viral atas aksi joget ‘patuk ayam’nya.
Sadbor diciduk usai ikut melakukan promisi terhadap judi online. Saat itu ia sempat mendekam di bui, namun Sadbor mengaku tidak mengetahui, perkataan yang diucapkannya saat itu berkaitan dengan situs judi online.
Kapolri Jenderal Sigit Prabowo, menangguhkan penahanan Sadbor, pada 11 November 2024. Sejurus, Sadbor juga dijadikan duta antijudi online usai penahanannya ditangguhkan.
Skandal Judol Komdigi
Terbongkarnya keterlibatan 10 orang pegawai Komdigi menjadi sorotan publik. Pasalnya mereka yang seharusnya ikut melakukan pemberantasan judi online malah ikut melindungi para pemilik situs judol.
Perannya para pegawai Komdigi ini melakan perlindungan terhadap sejumlah situs judi online, dengan meminta sejumlah uang sebagai upah dari jasa perlindungan ini.
Selain 10 orang pegawai Komdigi, petugas juga menetapkan 20 orang lainnya. Total ada 30 orang yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. Namun, masih ada 4 orang yang masih dalam keadaan buron. Sementara 26 orang lainnya telah menjalani penahanan oleh pertugas.
Adapun para tersangka dalam perkara ini yakni A, BN, HE, B, BS, HF, BK, A alias M, MN, DM. Kemudian AK, AJ, DI, FD, SA, YR, YP, RP, AP, RD, RR. Selanjutnya D, E, T, F alias W alias A. kemuJH (DPO), F (DPO) dan C (DPO),J (DPO).
Petugas menyita uang senilai Rp167 miliar dari para tersangka. uang tersebut disinyalir sebagai uang setoran dalam melindungi situs judi online.
Budi Arie Ikut Terseret
Akibat kasus ini, Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi diserest dalam perkara suap ini. Budi Arie sempat diperiksa oleh penyidik gabungan Direktorat Tindak Pidana Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
Budi Arie menjalani pemeriksaan di Mabes Polri pada Kamis (19/12/2024) lalu. Ia dicecar sebanyak 18 pertanyaan yang berkaitan dengan keterlibatan 10 pegawai Komdigi dalam kasus judol.
Usai diperiksa, Budi Arie mengaku, jika merupakan warga negara yang taat dengan hukum. Ia bakal memenuhi panggilan pihak kepolisaian jika memang dibutuhkan.
Budi Arie saat itu diperksa selama 6 jam. Pemeriksaannya rampung usai sekitar pukul 17.13 WIB.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, sebelum melakukan pemeriksaan terhadap Budi Arie, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang saksi, dimana 15 diantaranya merupakan pegawai Komdigi.
Berita Terkait
-
Abdur Aryad Blak-blakan Sebut Hasto dan Jokowi Penjahat, Eks Penyelidik: KPK Sudah Busuk, Kena Batunya!
-
Dokumen yang Dipegang Connie Bakrie Bisa Bongkar Skandal Jokowi? Rocky Gerung: Hasto Siap Perang Apa Saja
-
Ibunda Murka! Felicia Tissue Tepis Isu Dipaksa Jokowi Gugurkan Anak: Ingat, Setiap Kebohongan Ada Konsekuensinya!
-
Connie Bakrie Sebut Bom Waktu, Rocky Gerung Duga Dokumen Hasto Terkait Rahasia Jokowi: Indonesia Harus Bersiap-siap...
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons
-
Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...
-
Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M
-
Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan
-
Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi