- Pakar kesehatan mengidentifikasi potensi kejadian kardiovaskular ringan tak terdeteksi selama perjalanan mudik Lebaran.
- Faktor pemicu utama meliputi dehidrasi, stres, kurang tidur, dan konsumsi makanan tinggi garam saat perjalanan.
- Pengemudi, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami dampak kesehatan signifikan.
Suara.com - Aktivitas mudik dan libur Lebaran tak hanya menyisakan kelelahan, tetapi juga menyimpan risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian.
Pakar kesehatan masyarakat, dr. Dicky Budiman, mengingatkan adanya potensi silent cardiovascular event atau kejadian kardiovaskular “diam-diam” selama perjalanan.
Menurutnya, kondisi ini umumnya berupa serangan jantung ringan atau stroke ringan yang sering tidak disadari karena gejalanya cenderung samar.
“Ini sering luput karena gejala ringan sering diabaikan selama perjalanan,” kata Dicky, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, risiko tersebut meningkat karena kombinasi berbagai faktor yang kerap dialami pemudik. Mulai dari dehidrasi, stres, kurang tidur, hingga konsumsi makanan tinggi garam selama perjalanan.
Selain itu, keterbatasan akses layanan darurat di jalur mudik juga menjadi faktor yang memperburuk situasi jika kondisi tersebut terjadi.
“Juga akses layanan emersensinya terbatas di jalur mudik. Juga adanya kombinasi dehidrasi, stres, kurang tidur, juga makanan tinggi garam, ini yang men-trigger kejadian ininya,” ujarnya.
Dicky menambahkan, kondisi seperti dehidrasi subklinis, di mana tubuh kekurangan cairan tanpa gejala yang jelas, hingga heat stress juga dapat memperparah risiko gangguan kardiovaskular selama perjalanan jauh.
Kelompok yang paling rentan, kata dia, adalah pengemudi, lansia, serta anak-anak. Pada pengemudi, kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca Juga: Berapa Isi Saldo E-Toll untuk Mudik ke Sumatra? Ini Daftar Lengkap Tarif Tol Terbarunya
“Jadi biasanya terjadi terutama karena dia adalah pengemudi atau dia adalah lansia dan pada anak-anak ini yang akan terkena dampaknya, menurunkan konsentrasi,” jelasnya.
Pada lansia kondisi seperti itu juga dapat memperparah penyakit yang sudah ada, seperti gangguan jantung maupun ginjal.
Sedangkan pada anak-anak, dampaknya bisa terlihat dari penurunan fokus hingga kelelahan ekstrem selama perjalanan.
Dicky mengingatkan, pemudik perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh sekecil apa pun, termasuk rasa lelah berlebihan, pusing, atau nyeri ringan di dada yang sering dianggap sepele.
Menurutnya, kewaspadaan ini penting agar perjalanan mudik tetap aman, tidak hanya dari sisi lalu lintas, tetapi juga dari ancaman kesehatan yang datang tanpa disadari.
Berita Terkait
-
Pemerintah Diminta Terapkan Tarif Dinamis di Penyeberangan untuk Tekan Antrean Mudik
-
Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta
-
Sering Bikin Bingung, Ternyata Ini Perbedaan One Way dan Contraflow saat Mudik Lebaran 2026
-
Berapa Isi Saldo E-Toll untuk Mudik ke Sumatra? Ini Daftar Lengkap Tarif Tol Terbarunya
-
Macet Parah Gilimanuk Makan Korban, Bukti Buruknya Manajemen Mudik
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M
-
Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan
-
Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
-
MBG Jangan 'Makan' Hak Guru dan Beasiswa dari Anggaran Pendidikan!
-
Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra
-
Bukan Sekadar Pertemuan Biasa, Ini Agenda Utama Prabowo Panggil Bos Himbara hingga Rosan ke Istana