Suara.com - Mulai hari ini Rabu 1 Januari 2025, masyarakat bisa memanfaatkan diskon tarif listrik 50 persen.
Diskon PLN akan mulai diadakan mulai hari ini, Rabu 1 Januari 2025. Listrik diskon 50 persen akan menjadi sangat mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran.
Adapun potongan harga ini dimaksudkan untuk melindungi daya beli masyarakat karena faktor kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen per 1 Januari 2025.
Diskon tarif ini digelar selama dua bulan untuk periode Januari 2025 hingga Februari 2025.
Namun, pembelian token selama periode diskon 50 persen akan dibatasi berdasarkan besaran daya. Perusahaan setrum pelat merah itu membatasi maksimal beli token listrik setara 720 jam nyala.
Pembelian token listrik diskon 50 persen bisa dilakukan di minimarket, ritel, agen, e-commerce, hingga aplikasi PLN Mobile.
Tanpa registrasi cara beli token listrik diskon 50, maka pelanggan akan langsung mendapatkan diskon secara otomatis.
Contoh PLN diskon 50 persen 2025 misalkan pembelian pulsa yang tadinya Rp 200.000 kWh tertentu nanti hanya membayar Rp 100.000 separuhnya.
Cara Beli Token Listrik di Aplikasi PLN Mobile
Baca Juga: Genjot Penjualan, Watsons Beri Promo Diskon Hingga 60 Persen di Awal Tahun 2025
Salah satu cara untuk membeli token listrik dengan mudah adalah melalui aplikasi PLN Mobile.
Unduh aplikasi PLN Mobile dari Playstore maupun AppStore. Jika belum memiliki akun, silakan daftar terlebih dahulu.
· Login menggunakan akun yang telah didaftarkan
· Pilih menu "Token & Pembayaran"
· Masukkan nomor ID Pelanggan (IDPEL) atau nomor meteran listrik detikers
· Pilih "Beli Token"
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan