Suara.com - Lebih dari 700 pekerja muda menggugat McDonald's Inggris setelah klaim pelecehan yang meluas terungkap di media pada tahun 2023, firma hukum Leigh Day mengatakan pada hari Selasa.
Leigh Day menuntut kompensasi dari raksasa makanan cepat saji AS tersebut atas nama staf saat ini dan mantan staf yang berusia di bawah 20 tahun saat bekerja di McDonald's.
"Klien telah menggambarkan pengalaman diskriminasi, homofobia, rasisme, ableism, dan pelecehan," kata firma hukum tersebut dalam siaran pers, dengan mengatakan lebih dari 450 restoran terlibat.
Ini mengikuti investigasi BBC pada bulan Juli 2023 yang menyoroti kesaksian dari mereka yang terdampak. Rantai makanan cepat saji tersebut adalah salah satu perusahaan terbesar di Inggris dengan sekitar 1.70.000 staf, banyak di antaranya adalah pekerja muda, termasuk remaja.
"Setiap insiden pelanggaran dan pelecehan tidak dapat diterima dan tunduk pada investigasi dan tindakan yang cepat dan menyeluruh," kata juru bicara McDonald's pada hari Selasa.
Raksasa makanan cepat saji itu mengatakan telah menyiapkan sistem daring yang memungkinkan "karyawan di semua restoran milik perusahaan dan waralaba berkesempatan untuk berbicara secara rahasia".
Alistair Macrow, kepala eksekutif McDonald's Inggris dan Irlandia, mengatakan kepada komite parlemen pada November 2023 bahwa ia "benar-benar bertekad untuk membasmi semua perilaku ini".
McDonald's Inggris membuka unit spesialis untuk menyelidiki tuduhan tersebut tetapi serikat pekerja mengatakan kepada komite parlemen yang sama bahwa hal itu tidak memperbaiki situasi.
Macrow akan menghadapi pertanyaan dari anggota parlemen Inggris pada hari Selasa mengenai masalah hak ketenagakerjaan yang terpisah.
Baca Juga: Dermawan! Raffi Ahmad Ternyata Bantu 2 Karyawan RANS Ikuti Program Bayi Tabung
"Saya harus menghadapi komentar homofobik dari manajer dan anggota kru," kata seorang karyawan berusia 19 tahun yang tidak disebutkan namanya yang dikutip dalam pernyataan Leigh Day.
"Manajer saya mengatakan jika saya tidak dapat mengatasinya, saya harus meninggalkan pekerjaan ini," tambahnya.
Firma hukum itu mengatakan pekerja muda lainnya mengaku telah berulang kali diganggu untuk berhubungan seks, dan klaim lainnya melibatkan seorang manajer yang menyentuh staf muda secara tidak pantas selama shift.
McDonald's Inggris menghadapi tuntutan pelecehan pada tahun 2019 ketika Serikat Pekerja Baker, Makanan, dan Sekutu menuduh bahwa lebih dari 1.000 karyawan wanita telah menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual.
Berita Terkait
-
Bos Idaman, Raffi Ahmad Enteng Kasih Karyawan Rp100 Juta Buat Renovasi Rumah: Beres!
-
RCN Kecam Inggris: Rekrut Perawat Negara Miskin, Bantuan Kesehatan Dipangkas Habis
-
Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Ada 'Big Match' Liverpool vs Manchester United
-
Update Klasemen Liga Inggris: Arsenal Pangkas Jarak dengan Liverpool
-
Dermawan! Raffi Ahmad Ternyata Bantu 2 Karyawan RANS Ikuti Program Bayi Tabung
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional
-
Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!
-
Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan
-
Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo
-
Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran
-
Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih