Suara.com - Sebuah penyelidikan publik independen terhadap dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan khusus Inggris (UK Special Forces/UKSF) di Afghanistan pada periode 2010 hingga 2013 terus mengungkapkan fakta mencengangkan. Penyelidikan ini diperintahkan oleh Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) setelah laporan BBC mengungkap klaim bahwa sebuah skuadron SAS bertanggung jawab atas kematian 54 orang dalam situasi yang mencurigakan.
Salah satu kesaksian mengejutkan datang dari seorang prajurit yang dikenal dengan kode N1799. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan kekhawatirannya pada 2011 setelah berbicara dengan anggota unit yang disebut UKSF1.
Menurutnya, selama operasi berlangsung, semua pria yang dianggap berusia "layak tempur" dieksekusi di lokasi, terlepas dari apakah mereka bersenjata atau tidak.
N1799 menambahkan bahwa dalam beberapa kasus, pria yang telah ditangkap dan diborgol dieksekusi dengan berbagai cara.
“Dalam satu kasus, disebutkan bahwa bantal diletakkan di atas kepala seorang individu sebelum ditembak dengan pistol,” ujarnya di depan tim penyelidik.
Lebih jauh, ia juga mendengar praktik penggunaan senjata palsu atau “dropped weapons”, senjata yang sengaja diletakkan di dekat korban untuk menciptakan kesan bahwa korban bersenjata saat ditembak. Istilah ini disebut sebagai “Mr Wolf”, merujuk pada karakter Winston Wolfe dalam film Pulp Fiction, yang dikenal sebagai seseorang yang menyelesaikan masalah.
Seorang perwira komandan pasukan khusus, yang diberi kode N2107, mengungkapkan kekesalannya terhadap laporan yang menyebut beberapa tersangka yang telah ditahan dilepaskan kembali ke dalam kompleks dan kemudian dikatakan mengambil senjata untuk menyerang pasukan. Ia menyebut klaim semacam itu sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan patut dicurigai.
Dalam kesaksiannya, ia mengakui bahwa hubungan antar-unit di dalam pasukan khusus sering kali bersifat kompetitif dan penuh ketegangan. Menurutnya, melaporkan tuduhan ke unit lain bisa dianggap sebagai “mud-slinging” atau saling menjatuhkan.
Ketika ditanya oleh penasihat hukum penyelidikan, Oliver Glasgow KC, apakah ia merasa khawatir terhadap keselamatannya setelah mengajukan tuduhan, N1799 menjawab dengan jujur, “Saya merasa khawatir saat itu, dan saya masih merasa khawatir hingga sekarang.”
Baca Juga: Taliban Hapus Catatan Kriminal Pendukungnya, Buka Bab Baru Sejarah Afghanistan
Kesaksian ini menunjukkan bahwa ada ketakutan nyata di kalangan prajurit yang berani melaporkan dugaan kejahatan perang.
Sebelumnya, polisi militer Inggris telah melakukan beberapa penyelidikan atas tuduhan pelanggaran oleh pasukan khusus di Afghanistan, termasuk yang melibatkan SAS. Namun, hasil dari investigasi tersebut tidak cukup kuat untuk mengajukan tuntutan pidana.
MoD menyatakan bahwa tujuan penyelidikan publik ini adalah untuk menentukan apakah ada informasi kredibel mengenai pembunuhan di luar proses hukum, apakah penyelidikan oleh polisi militer telah dilakukan dengan semestinya, dan apakah ada upaya untuk menutupi pembunuhan ilegal tersebut.
Berita Terkait
-
Taliban Hapus Catatan Kriminal Pendukungnya, Buka Bab Baru Sejarah Afghanistan
-
Serangan Brutal! 16 Tentara Pakistan Tewas di Perbatasan Afghanistan
-
PSIM Rekrut Pemain yang Pernah Hancurkan Gawang Timnas Indonesia! Siapa Dia?
-
Veteran LGBTQ Dipecat Karena Orientasi Seksual, Inggris Bayar Kompensasi Rp838 Juta Per Orang!
-
Heboh! Pengakuan Mengejutkan Pangeran Harry Bunuh 25 Tentara Taliban di Afghanistan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029