Suara.com - Pemerintah Inggris akan mengalokasikan 75 juta pound (Rp1, 53 T) untuk memberikan kompensasi kepada veteran militer LGBTQ yang dipecat oleh tentara karena orientasi seksual mereka, kementerian pertahanan mengumumkan pada hari Kamis.
Hingga reformasi tahun 2000, kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender dilarang mengikuti dinas militer di Inggris. Mereka yang ketahuan sering dilecehkan, dianiaya, dan dipecat, menurut laporan yang ditugaskan pemerintah tahun lalu.
Berusaha untuk memperbaiki "kesalahan historis", mantan anggota atau karyawan angkatan bersenjata yang dipecat karena seksualitas atau identitas gender mereka akan memenuhi syarat untuk menerima masing-masing £50.000 (Rp838 juta), kata kementerian pertahanan, jumlah yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.
"Perlakuan historis terhadap veteran LGBT merupakan noda moral bagi bangsa kita. Pemerintah kita bertekad untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan mengakui luka yang dialami terlalu banyak orang," kata Menteri Pertahanan John Healey dalam sebuah pernyataan.
Selain kehilangan pekerjaan dan menjadi sasaran penghinaan publik, para veteran yang terlibat terkadang dicabut tunjangan pensiunnya, dan menjalani sisa hidup mereka dalam kemiskinan.
"Kami sepenuhnya menyambut para veteran LGBT kami kembali ke Departemen Pertahanan, dan mengakui kontribusi penting mereka untuk menjaga keamanan negara," kata Menteri Veteran Alistair Carns.
Kompensasi tambahan sebesar £1.000 hingga £20.000 (Rp16-335 juta)akan ditawarkan berdasarkan "penderitaan" individu tertentu, baik pelecehan, interogasi brutal, atau pemenjaraan, kata para pejabat.
Para korban juga dapat meminta pemulihan pangkat dan medali militer mereka.
Parlemen akan membahas tindakan tersebut pada hari Kamis, tetapi para veteran sudah dapat mulai mengajukan permintaan kompensasi mereka secara daring.
Baca Juga: Inggris Pertimbangkan Ulang Status HTS sebagai Organisasi Terlarang
Pada bulan Juli 2023, sebuah laporan yang diperintahkan oleh pemerintah Partai Konservatif Inggris saat itu mengungkap perlakuan "mengerikan" terhadap para veteran LGBTQ yang bertugas antara tahun 1967 dan 2000.
Pada hari laporan itu diterbitkan, mantan perdana menteri Rishi Sunak meminta maaf atas nama pemerintah. Ia kemudian memulai proses yang berujung pada pengumuman ganti rugi pada hari Kamis.
Berita Terkait
-
Deretan Negara yang Terapkan SIM Seumur Hidup, Kapan Indonesia Nyusul?
-
Eks Pemain Keturunan Indonesia Bongkar Kebodohan Erik ten Hag
-
Bantai Inggris hingga Belanda, Indonesia Lolos Perempat Final FIFAe World Cup 2024
-
Wasit MU vs Newcastle Diduga Nyabu, Kini Dipecat Liga Inggris
-
Inggris Pertimbangkan Ulang Status HTS sebagai Organisasi Terlarang
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?
-
Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG
-
Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata
-
Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri
-
Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?
-
Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan
-
Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo
-
Bejat! Ayah Tiri di Koja Tega Cabuli Dua Anak Sambungnya, Aksi Terbongkar Usai Korban Mengadu