Suara.com - Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Alor nomor urut 5 Imanuel Ekadianus Blegur dan Lukas Reiner Atabuy mengajukan permohonan pencabutan gugatan Pilbup Alor ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alasan yang disampaikan dalam sidang perdana perselisihan hasil pilkada (PHP) atau sengketa Pilkada 2024 dengan agenda pemeriksaan pendahuluan membuat Hakim Konstitusi Arief Hidayat terharu.
Awalnya, kuasa hukum Imanuel-Lukas, Joao Meco mengatakan pemohon mengajukan penarikan kembali gugatan yang telah masuk di MK karena keinginan Imanuel.
"Setelah kami membedah perkara dengan tim dan memberi masukan untuk lanjut tetapi pasangan terutama saudara Imanuel bersikeras untuk mengakhiri perkara ini, selanjutnya saya serahkan waktu kepada saudara Imanuel untuk menyampaikan permohonan pencabutan," kata Joao di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2025).
"Sebelumnya saya, atas nama Mahkamah Konstitusi menghargai mau dicabut aja pemohonnya prinsipal datang, itu sangat menghormati kita itu," timpal Arief.
"Kami merasa demikian, karena kami datang tampak muka, pulang tampak punggung, jadi bukan bermaksud masuk di TV, haha," balas Joao sembari tertawa.
Arief lantas mempersilakan Imanuel membacakan pernyataan pencabuatan gugatannya. Pada kesempatan itu, Imanuel menegaskan bahwa pencabutan permohonan ini dilakukan tanpa paksaan siapapun.
"Pernyataan pencabutan perkara nomor 290. Dengan ini di hadapan Yang Mulia majelis hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia kami pasangan calon nomor urut 5 dengan sungguh-sungguh tanpa bujukan atau paksaan dari siapapun, pada hari ini 14 Januari 2024 dalam sidang pendahuluan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menyatakan secara resmi mencabut perkara nomor 290," tutur Imanuel.
Dalam pertimbangannya, Imanuel menjelaskan MK dalam konteks pemilihan kepala daerah, tidak hanya melakukan diskursus yuridis elektronik untuk menemukan dan menetapkan jalan pemecahan yang tepat dan adil.
Namun, lanjut dia, ini merupakan upaya sadar dan konstitusional untuk menyuburkan dan mengembangkan prinsip-prinsip demokrasi substantif di Indonesia.
Baca Juga: Penghina Prabowo Kini jadi Stafsus Menkomdigi, Rudi Valinka Disamakan Akun Fufufafa!
Alasan lainnya ialah Imanuel menilai perlu adanya peralihan kepemimpinan ke generasi baru sehingga dia mengakui kemenangan pasangan nomor urut 2 Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo.
"Mencermati dinamika tantangan dan kompleksitas problematika pembangunan serta kondisi topografi yang bergunung-gunung dan ber pulau-pulau, kami berpendapat bahwa masa depan Kabupaten Alor membutuhkan peralihan pimpinan dari generasi 50 60-an ke generasi baru yakni generasi 70 80-an,” papar Imanuel.
“Pengakuan kami terhadap kemenangan pihak terkait sebagai wujud pilihan rakyat Alor yang berdaulat dengan mencabut perkara a quo adalah bagian penting dari proses peralihan kepemimpinan di Kabupaten Alor," lanjut dia.
Imanuel mengaku dirinya dan Lukas bersedia menyumbangkan ide dan gagasan jika dibutuhkan oleh pasanganIskandar-Rocky untuk pembangunan Kabupaten Alor, demi percepatan penyelesaian berbagai masalah pembangunan 5 tahun ke depan.
"Kami berkeyakinan sungguh bahwa keputusan mencabut perkara akan menyumbang terhadap terciptanya stabilitas sosial politik di Kabupaten Alor pasca Pilkada 2024 yang berdampak signifikan terhadap muncul dan berkembangnya kondisi yang kondusif bagi terselenggaranya pemerintahan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Alor 5 tahun mendatang," kata Imanuel.
"Bahwa apabila dibutuhkan kemudian hari kami bersedia menjalin kerjasama dan berpegang teguh pada semangat yang terpatri indah dalam semboyan leluhur taramiti tominuku, walau berbeda tetap satu hati untuk secara bahu-membahu mengambil semua langkah yang diperlukan, guna kelancaran dan keberhasilan kepemimpinan pihak terkait pasangan nomor urut 2," tambah dia.
Berita Terkait
-
Borok Cabup Bone Bolango Terbongkar di MK, Ismet Ternyata Eks Napi dan Ngutang Rp315 Juta ke Negara
-
Penghina Prabowo Kini jadi Stafsus Menkomdigi, Rudi Valinka Disamakan Akun Fufufafa!
-
Merasa Dipermainkan, Hakim MK Saldi Isra Semprot Kubu Cabup Minahasa Tenggara: Apa Angguk-angguk Begitu?
-
Kritik Raffi Ahmad Dikawal Patwal Arogan, JJ Rizal Murka: Badut Entertaiment Naik Kelas, Republik jadi Sirkus Comberan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara