Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang memuat narasi terkait pemecatan Erick Thohir secara tidak terhormat oleh Presiden Prabowo dari kursi kepemimpinan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Dalam video yang berdurasi 8 menit 14 detik tersebut, disampaikan penjelasan mengenai alasan pemecatan Erick Thohir sebagai ketua PSSI yang dilandasi keputusannya memutus kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesai.
Berikut narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut:
”TERSIPU MALU DI ISTANA PRESIDEN. ERICK THOHIR DIPECAT SECARA TIDAK HORMAT. PRABOWO NYATAKAN KERAS ERICK THOHIR ANGKAT KAKI DARI KETUM PSSI”
Terpantau pada hari Senin (20/01/2025), unggahan tersebut sudah ditonton kurang lebih 6,8 ribu kali dan disukai oleh 193 akun.
Lantas benarkah narasi tersebut?
Penjelasan
Tim Pemeriksa Fakta Suara.com, melakukan penelusuran terhadap narasi tersebut lewat mesin pencarian Google dengan memasukkan kata kunci “Presiden Prabowo Pecat Erick Thohir”. Hasilnya, tak didapati berita maupun informasi tepercaya yang mendukung kebenaran narasi tersebut.
Begitu pula ketika Suara.com menelusuri akun Instagram resmi milik PSSI. Di sana didapati informasi bahwa posisi ketua umum masih dijabat oleh Eric Thohir.
Baca Juga: Diduga Lokal, 3 Calon Direktur Teknik Terbaru yang Berpotensi Ditunjuk PSSI
Terbukti dengan unggahan terbaru di akun tersebut pada Senin (13/1/2025), tampak Erick Thohir sebagai ketum PSSI tengah bersama Patrick Kluivert yang merupakan pelatih baru Timnas Indonesia. Pada saat itu keduanya tengah berada di Kantor Kemenpora, atau Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa unggahan dengan narasi “Prabowo pecat Erick Thohir dari PSSI” merupakan konten palsu (fabricated content).
Berita Terkait
-
Ragnar Absen, 3 Pemain Ini Bisa Gantikan Posisinya di Timnas Indonesia
-
Jiwa Besar Shin Tae-yong Pasca Dipecat PSSI, Pilih Istirahat dan Kirim Doa
-
Danantara Super Holding BUMN Mandek, Ada Apa?
-
Erick Thohir Curhat Kesulitan Temukan Sosok Ini Setelah Shin Tae-yong Dipecat
-
Diduga Lokal, 3 Calon Direktur Teknik Terbaru yang Berpotensi Ditunjuk PSSI
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi
-
Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir
-
Rhenald Kasali Ingatkan Media: Jangan Jadi Budak Algoritma, Engagement Bisa Pengaruhi Kebijakan
-
PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina