Suara.com - Polisi telah mengambil sampel DNA jenazah yang tewas akibat kebakaran diskotek dan karaoke di Glodok Plaza, Taman Sari, Jakarta Barat.
Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi mengatakan, nantinya sampel DNA dari jenazah akan dicocokan dengan sampel DNA keluarga korban.
“Pemeriksaan fisik di kamar jenazah, kemudian mengambil sampel DNA dari jenazah sudah laksanakan. Kemudian dikirim ke lab kita sehingga kita proses,” kata Fauzi, Senin (20/1/2025).
“Kemudian keluarga korban juga telah memberikan data-data tentang orang yang dinyatakan hilang. Dan dari mereka kita ambil juga sampel DNA-nya dan semuanya yang telah kita ambil kita proses di lab,” tambahnya.
Menurut dia, proses identifikasi biasanya memakan waktu selama 1-2 minggu. Namun hal itu bisa lebih cepat arau lebih lambat.
“Tergantung dari kapasitas, kemampuan dari lab kita ya karena dengan kondisi sampel yang agak sulit mungkin pasti saja proses akan lebih lama,” katanya.
Akibat sampel DNA yang sudah cukup rusak, kata Fauzi, bisa saja pengecekan DNA dilakukan berulang kali.
“Bisa saja nanti akan ada pengulangan-pengulangan ya,” ucapnya.
Fauzi menambahkan, sejauh ini, sudah ada 8 kantong jenazah yang dievakuasi ke RS Polri. Namun, dalam kantong tersebut, tidak menutup kemungkinan berisi dari 8 jenazah.
Baca Juga: Misteri Kebakaran Glodok Plaza: Polisi Periksa 9 Saksi, Cari Penyebab dan 14 Korban Hilang
“Dalam kantong jenazah itu kan ada beberapa bagian-bagian tubuh yang tercampur ya. Nah dari bagian tubuh itu kita ambil sampel DNA semuanya. Nanti kan muncul, kalau misalnya dari individu yang sama pasti profil yang sama. Tapi kalau misalnya ada muncul profil yang berbeda berarti itu 2 individu,” tambahnya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Masjid Tidak Terbakar di Tengah Kebakaran Los Angeles
-
MKD DPR Panggil Uya Kuya Buntut Bikin Konten di Lokasi Kebakaran LA
-
Misteri Kebakaran Glodok Plaza: Polisi Periksa 9 Saksi, Cari Penyebab dan 14 Korban Hilang
-
Fakta-Fakta Kebakaran Glodok Plaza: Berapa Korban dan Kerugian yang Ditimbulkan?
-
Profil Uya Kuya: Artis yang Jadi Anggota DPR RI, Ditegur Korban Kebakaran Los Angeles: Dia Pikir Kami Penipu!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC