Demonstran membawa poster bertuliskan: "Trump, terima kasih telah menangani ini", "Presiden Trump, bawa mereka pulang", dan "Buat Israel kembali normal".
"Saya tahu bahwa ketika dia kembali, banyak hal akan berubah, tetapi saya tidak yakin sejauh mana," kata Gaya Omri, seorang pengunjuk rasa dalam demonstrasi baru-baru ini di Yerusalem.
"Satu-satunya harapan saya adalah dia dapat mengakhiri perang ini. Inilah yang kami inginkan," katanya.
Selama masa jabatan pertamanya, Trump memutuskan hubungan dengan sebagian besar komunitas internasional dan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem.
Israel mengklaim kota itu sebagai ibu kota mereka yang tidak terbagi, sementara Palestina mengklaim sektor timurnya sebagai milik mereka.
Trump mengawasi kesepakatan normalisasi penting antara Israel dan tiga negara Arab, Bahrain, Maroko, dan Uni Emirat Arab.
Ia juga mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang sekali lagi bertentangan dengan sebagian besar dunia dan berbagai resolusi PBB.
Sebagai ungkapan terima kasih, pemukiman Israel di wilayah tersebut, yang telah diduduki Israel sejak 1967, diubah namanya menjadi Dataran Tinggi Trump.
"Presiden Trump menempatkan kami di peta," kata Yaakov Selavan dari Dewan Regional Dataran Tinggi Golan.
Baca Juga: Gencatan Senjata Gaza Berdampak Luas: Houthi Yaman Ubah Strategi di Laut Merah
"Ia memberi kami kampanye PR terbaik yang pernah kami miliki, dan kami berharap pemerintahan AS yang baru akan melanjutkan ini," katanya.
Kali ini, beberapa pilihan kabinet Trump kembali menunjukkan garis yang menguntungkan bagi Israel.
Pilihan presiden yang akan datang untuk duta besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, adalah pendukung setia aneksasi Israel atas Tepi Barat yang diduduki.
Berita Terkait
-
"Kemenangan Rakyat Palestina": Peran Kunci Iran Disorot Pasca Gencatan Senjata Gaza
-
Trump-Xi Jinping Telponan, Respon Positif IHSG dan Bursa Asia Bakal Bertahan Lama?
-
Ibu Jurnalis AS yang Hilang di Suriah Yakin Putranya Masih Hidup, Donald Trump Tawarkan Bantuan
-
Gencatan Senjata Gaza Berdampak Luas: Houthi Yaman Ubah Strategi di Laut Merah
-
Remaja Palestina Tewas dalam Serangan Tentara Israel di Tepi Barat, Gencatan Senjata Semu?
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
-
Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura
-
Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism
-
Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE
-
Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!
-
Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet