Suara.com - Steve Witkoff, utusan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, tengah mempertimbangkan kunjungan ke Jalur Gaza yang dilanda perang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memastikan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas tetap berjalan. Salah satu isu yang muncul dalam negosiasi ini adalah kemungkinan merelokasi sebagian warga Palestina ke negara lain, termasuk Indonesia.
Keputusan Witkoff untuk berada di wilayah konflik selama beberapa minggu dan bulan mendatang menandakan kekhawatiran tim transisi Trump terhadap stabilitas kesepakatan ini. Kesepakatan gencatan senjata, yang mulai berlaku pada Minggu, terdiri dari tiga fase yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan membangun kembali Gaza.
“Anda harus selalu siap siaga dan mengatasi masalah jika terjadi,” ujar pejabat transisi tersebut, menyoroti potensi ancaman dari kelompok radikal di kedua belah pihak yang dapat menggagalkan perjanjian ini.
Tiga Tahapan Kesepakatan Gencatan Senjata
Tahap pertama, yang akan berlangsung sekitar enam minggu, mencakup pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas dan tahanan Palestina di penjara Israel. Selama fase ini, tahap kedua akan dinegosiasikan, dengan harapan menciptakan kesepakatan tambahan untuk pembebasan lebih banyak sandera dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Sementara itu, tahap ketiga bertujuan untuk mengakhiri perang secara menyeluruh dan memulai proses rekonstruksi Gaza.
Sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 lainnya, Israel telah melancarkan serangan balasan yang menewaskan lebih dari 45.000 warga Gaza, sebagian besar wanita dan anak-anak, menurut pejabat kesehatan Palestina. Konflik ini telah menghancurkan infrastruktur Gaza, membuat sistem kesehatannya lumpuh, serta memaksa sekitar 2 juta warga Palestina mengungsi ke kamp-kamp darurat.
Tantangan dan Upaya Negosiasi
Witkoff tidak hanya berusaha memastikan kelangsungan gencatan senjata, tetapi juga mencari solusi jangka panjang bagi warga Israel dan Palestina. Isu pengiriman bantuan ke Gaza masih menjadi tantangan utama, dengan kekhawatiran Israel bahwa Hamas akan mengambil sebagian dari bantuan kemanusiaan yang masuk.
Selain itu, rencana sementara untuk merelokasi warga Gaza ke negara lain, termasuk Indonesia, tengah dibahas. Namun, gagasan ini sangat kontroversial di kalangan warga Palestina dan negara-negara Arab lainnya, yang khawatir akan menjadi langkah awal pengusiran permanen mereka dari tanah kelahiran mereka.
Trump, yang akan dilantik kembali pada 20 Januari, memberikan tenggat waktu ketat bagi negosiasi ini. Aliansi dekatnya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kebijakan luar negerinya yang pro-Israel memberi tekanan lebih lanjut terhadap perundingan. Witkoff telah menggunakan pengaruh Trump untuk menekan Israel, termasuk dengan mengingatkan kebijakan pro-Israel selama masa jabatan pertama Trump, seperti pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.
Nasib Sandera di Tengah Ketidakpastian
Keluarga para sandera menyatakan kekhawatiran bahwa beberapa dari mereka mungkin tertinggal dalam negosiasi tahap kedua. Sandera Amerika pertama, Keith Siegel, baru dijadwalkan dibebaskan pada hari ke-14 gencatan senjata, sementara lima keluarga Amerika lainnya masih menunggu kepastian.
Baca Juga: Warga Palestina Pulang ke Gaza yang 'Sudah Tak Dikenali': Di Mana Rumah Kami?
Dengan kesepakatan yang masih rapuh dan ancaman di lapangan yang terus meningkat, keberhasilan Witkoff dalam menjaga jalannya perundingan ini akan menjadi ujian awal bagi kebijakan luar negeri pemerintahan Trump yang akan datang.
Berita Terkait
-
Warga Palestina Pulang ke Gaza yang 'Sudah Tak Dikenali': Di Mana Rumah Kami?
-
Harapan Warga Israel pada Trump: dari "Make America Great Again" Menjadi "Akhiri Perang Sialan Ini"
-
Naturalisasi Tak Juga Rampung, Mauro Zijlstra Tunggu Dikontrak Tim Lain
-
Menebak Tandem Ole Romeny di Timnas Indonesia, Siapa Pilihan Kluivert?
-
"Kemenangan Rakyat Palestina": Peran Kunci Iran Disorot Pasca Gencatan Senjata Gaza
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Bareskrim Akui Terkendala Test Kit, Pengguna Vape Etomidate Sulit Ditindak
-
Terjerat Skandal Koper Narkoba, AKBP Didik Disidang Etik Hari Ini, Bakal Dipecat?
-
Waspada! BMKG Rilis Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek Hari Ini
-
Prabowo Tawarkan 18 Proyek Hilirisasi Super Strategis ke Pengusaha AS
-
Lukisan 'Kuda Api' Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar untuk Aksi Kemanusiaan
-
Menko AHY Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026: Fokus Infrastruktur dan Diskon Tiket
-
Kasatgas Tito Apresiasi Dukungan DPR Percepat Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
-
Eks Menkumham hingga Ketua MK Ajukan Amicus Curiae Bela Tian Bahtiar, Singgung Kebebasan Pers
-
Putus Rantai Stunting, PAM JAYA Bekali Ibu di Jakarta Edukasi Gizi hingga Ketahanan Air