- Propam Polri gelar sidang etik AKBP Didik terkait kepemilikan berbagai jenis narkotika.
- Nasib mantan Kapolres Bima Kota ditentukan dalam sidang etik hari ini.
- Sidang etik AKBP Didik digelar usai temuan narkoba di koper titipan.
Suara.com - Divisi Propam Polri menggelar sidang etik terhadap mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Sidang ini menjadi babak penentuan nasib perwira menengah tersebut setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi bahwa sidang kode etik dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/2/2026) pukul 09.00 WIB di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta. Namun, Trunoyudo belum merinci susunan Majelis Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang akan memimpin persidangan tersebut.
Dalam perkara ini, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah menetapkan Didik sebagai tersangka atas dugaan kepemilikan narkotika. Pengungkapan kasus bermula dari penangkapan dua asisten rumah tangga milik oknum anggota Polri, Bripka IR, dan istrinya, AN, dengan barang bukti sabu seberat 30,415 gram di kediaman pribadi mereka.
Hasil interogasi oleh Ditresnarkoba Polda NTB kemudian mengarah pada keterlibatan Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Berdasarkan pemeriksaan Bidpropam Polda NTB, Malaungi terbukti positif mengonsumsi amfetamin dan metamfetamin. Saat penggeledahan, penyidik menemukan lima paket sabu seberat 488,496 gram di ruang kerja serta rumah jabatan Malaungi.
Keterangan dari Malaungi menjadi petunjuk krusial bagi penyidik untuk mengungkap dugaan keterlibatan AKBP Didik. Tim gabungan Biro Paminal Divpropam Polri dan Bareskrim Polri kemudian menggeledah rumah pribadi Didik di Tangerang pada Rabu (11/2/2026).
Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan narkotika di dalam sebuah koper putih yang dititipkan AKBP Didik kepada Aipda Dianita, seorang polwan yang merupakan mantan anak buahnya saat berdinas di Polda Metro Jaya. Barang bukti yang ditemukan meliputi sabu seberat 16,3 gram, 51 butir ekstasi (49 butir utuh dan 2 butir sisa pakai seberat 23,5 gram), 19 butir Alprazolam, 2 butir Happy Five, serta 5 gram ketamin.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa tidak ada hubungan spesial antara AKBP Didik dan Aipda Dianita. Hubungan keduanya dipastikan murni sebatas relasi kedinasan.
"Sejauh ini hasil pendalaman menunjukkan hubungan mereka hanya sebatas staf dan pimpinan," ujar Johnny, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Transaksi Narkoba Subuh Digagalkan, Polda Metro Jaya Sita 738 Butir Ekstasi Asal Lampung
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi