Suara.com - Pengusaha sekaligus CEO media sosial X (sebelumnya Twitter) Elon Musk, tampak pada malam pelantikan presiden Amerika Serikat yang baru, Donald Trump. Kabar tentang jabatan Elon Musk pada kabinet pemerintahan ini beredar luas, meski memang masih banyak orang yang penasaran dan mencoba mencari tahu.
Elon Musk sendiri dikenal sebagai CEO Tesla, sebuah perusahaan futuristik yang memproduksi banyak varian produk di berbagai sektor kehidupan. Musk dikenal memiliki visi yang luas, bahkan pernah mengungkapkan bahwa ingin menjadikan ekspedisi Mars sebagai salah satu wisata di masa depan.
Jabatan Elon Musk di Pemerintahan Trump
Presiden Donald Trump memberikan jabatan pada Musk karena dinilai setia mendukung dirinya sejak langkah awal pencalonan presiden. Musk dipercaya untuk memimpin sebuah departemen baru dengan nama Departemen Efisiensi Pemerintahan.
Meski tak sedikit yang menduga bahwa jabatan yang diberikan ini adalah imbalan atas dukungan Musk pada Trump, namun tak sedikit juga yang memberikan sambutan hangat pada penunjukkan Musk dan pembentukan departemen baru tersebut.
Departemen yang dipimpinnya akan memberikan saran dan bimbingan dari luar pemerintahan, untuk membantu meningkatkan efisiensi kerja dan alokasi anggaran yang dimiliki oleh pemerintahan negara adidaya tersebut.
Departemen Efisiensi Pemerintahan nantinya akan bekerja sama dengan Gedung Putih dan Kantor Manajemen dan Anggaran guna melakukan reformasi struktural besar-besaran serta menciptakan pendekatan baru dengan sifat kewirausahaan yang sebelumnya belum pernah ada.
Masa Jabatan Elon Musk
Meski ditunjuk secara langsung oleh presiden, namun masa jabatan Elon Musk di Departemen Efisiensi pemerintahan ini tidak berlangsung selama masa pemerintahan Trump berjalan. Disampaikan bahwa Musk akan menjabat hingga tanggal 4 Juli 2026 mendatang, atau bertepatan dengan peringatan 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan.
Baca Juga: Dalam Pidato Pelantikan, Trump: Amerika Hanya Akui Pria dan Wanita, Hentikan Rekayasa Sosial di AS
Musk, dalam sebuah kesempatan menyampaikan, bahwa apa yang ia dan departemennya lakukan akan membawa gelombang perubahan bagi pemerintahan Amerika Serikat. Ia mengklaim akan memberikan yang terbaik untuk mengubah sistem menjadi lebih efisien.
Ia memperingatkan pada orang dan pihak yang secara sengaja terlibat dalam pemborosan pemerintah untuk waspada dan bersiap akan perubahan yang akan terjadi di kemudian hari.
Dari sisi bisnis, Elon Musk juga dinilai mendapatkan keuntungan besar dari penunjukannya ini. Tidak hanya dari segi eksposure yang diterimanya, namun juga untuk bisnis yang ia kelola. Banyak pihak menduga bahwa bisnisnya akan semakin maju karena mendapatkan banyak kemudahan dari pemerintah.
Profil Elon Musk
Elon Musk adalah seorang pengusaha, inovator, dan tokoh teknologi asal Amerika Serikat kelahiran Afrika Selatan. Lahir pada 28 Juni 1971 di Pretoria, Afrika Selatan, Musk dikenal sebagai pendiri, CEO, dan arsitek utama di berbagai perusahaan besar seperti Tesla, SpaceX, Neuralink, dan The Boring Company.
Elon Musk menunjukkan minat besar pada teknologi sejak usia dini. Ia belajar sendiri pemrograman komputer pada usia 10 tahun. Musk kemudian melanjutkan pendidikannya di Queen's University, Kanada, sebelum pindah ke University of Pennsylvania, AS, di mana ia meraih gelar dalam Fisika dan Ekonomi.
Musk pertama kali dikenal luas melalui perusahaan Zip2, sebuah platform perangkat lunak pemandu kota yang kemudian diakuisisi oleh Compaq. Ia kemudian mendirikan X.com, yang bertransformasi menjadi PayPal, salah satu layanan pembayaran digital terbesar di dunia. Setelah PayPal dijual ke eBay, Musk menggunakan kekayaannya untuk mendirikan SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.) dengan tujuan mengurangi biaya perjalanan luar angkasa dan memungkinkan kolonisasi Mars.
Di bidang energi terbarukan, Musk memimpin Tesla, Inc., yang memproduksi mobil listrik dan solusi penyimpanan energi yang ramah lingkungan. Selain itu, ia juga mendirikan Neuralink, perusahaan yang mengembangkan teknologi untuk menghubungkan otak manusia dengan komputer, serta The Boring Company, yang berfokus pada solusi transportasi bawah tanah.
Itu tadi sekilas tentang jabatan Elon Musk di pemerintahan Presiden Trump di Amerika Serikat. Semoga bermanfaat, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Rano Karno Yakin Parkir Liar di Tanah Abang Bisa Tertib Dalam 3 Hari
-
Mulai Puasa Rabu Besok, Masjid Jogokariyan dan Gedhe Kauman Jogja Gelar Tarawih Perdana
-
Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag
-
Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?
-
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Komdigi Siapkan Aturan Penggunaan AI, Lokataru Endus Motif Kepentingan Bisnis dan Politik
-
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS