Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video dengan narasi yang menyebut adanya desakan dari masyarakat agar Raffi Ahmad mundur dari jabatannya saat ini.
Video tersebut diunggah di kanal YouTube “KOPI POLITIK” dengan narasi sebagai berikut:
"MUAK DAN MURKA !! RAKYAT DESAK RAFFI AHMAD MUNDUR
BREAKING NEWS
AROG4N & TAK BERMORAL
RAKYAT DESAK PRABOWO PECAT RAFFI AHMAD"
Dalam unggahan tersebut juga ditampilkan thumbnail yang memperlihatkan sosok Raffi Ahmad dan Presiden Prabowo Subianto sedang berada di tengah massa yang berkumpul.
Terpantau pada hari Selasa (14/1/2025), video itu telah ditonton lebih dari 2.300 kali per Rabu (22/1/2025).
Lantas benarkah narasi tersebut?
Baca Juga: Harta Gono-Gini Fantastis! Segini Kekayaan Mantan Istri Donald Trump Setelah Bercerai
Penjelasan
Tim Pemeriksa Fakta Suara.com mencoba melakukan pengecekan atas narasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan katakunci “rakyat desak Prabowo pecat Raffi Ahmad”. Hasilnya, tak didapati informasi yang tepercaya terkait kalim yang disampaikan dalam video.
Penelusuran lebih lanjut juga dilakukan terhadp sampul foto video atau thumbnail menggunakan bantuan Google Lens. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa konteks asli foto tersebut adalah momen ketika massa BEM SI melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, pada Oktober 2020 lalu.
Konten yang terdapat di kanal YouTube “KOPI POLITIK” telah terlebih dahulu dimanipulasi dengan menambahkan gambar Raffi Ahmad dan Presiden Prabowo.
Foto yang asli dan belum dimanipulasi pernah tayang di kompas.com “Massa BEM-SI Bubar Setelah Tolak Tawaran Bertemu Perwakilan Presiden”.
Sementara itu, isi video yang berdurasi 10 menit 31 detik itu hanyalah cuplikan dari sejumlah peristiwa yang tak saling berkatan. Apa yang dibacakan oleh sang narator dalam video tersebut adalah berita yang dimuat di laman pojoksatu.id berjudul “Buntut Arogansi Mobil Dinas RI 36, Raffi Ahmad Diminta Mundur, Ini Tergantung Prabowo” pada hari Minggu (12/1/2025).
Tag
Berita Terkait
-
Anak Buah Jangan Senang Dulu! Prabowo Ingatkan Ini Meski Puas Atas Kinerja Kabinet di 3 Bulan Pertama
-
3 Menteri Ini Hartanya Lebih Banyak dari Prabowo Subianto, LHKPN Capai Triliunan
-
Gebrakan Prabowo, Perusahaan Penerima Kredit Pemerintah Wajib Simpan Duit di Bank Indonesia
-
Manuver Deddy Corbuzier Respons Kritik dan Keluhan MBG, Mengapa Justru Berbahaya Bagi Prabowo?
-
Prabowo Kumpulkan Menteri di Sidang Kabinet Paripurna, Kasih Arahan Terkait 100 Hari Pertama
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender