Suara.com - Dunia menuju era baru yang penuh ketidakpastian setelah pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, menurut Presiden Finlandia Alexander Stubb.
"Kita perlu bersiap menghadapi masa ketidakpastian, di mana aturan, norma, dan institusi yang selama ini kita andalkan mungkin tidak lagi ada," ujar Stubb dalam wawancara dengan stasiun TV Yle, pada hari Selasa.
Ia mengemukakan bahwa sistem internasional yang berbasis pada aturan tradisional dan didukung oleh institusi global akan bertransformasi menjadi lebih transaksional dan berorientasi pada kesepakatan.
"Kita perlu memikirkan cara untuk meyakinkan Amerika Serikat bahwa nilai-nilai dan kepentingan mereka dapat menjadi alasan untuk kembali kepada kerja sama internasional," kata Stubb.
Setelah dilantik sebagai Presiden AS ke-47 pada 20 Januari, Trump segera menandatangani sejumlah perintah eksekutif yang memicu kontroversi baik di dalam maupun luar negeri.
Di antara langkah-langkahnya, Trump mencabut hak kewarganegaraan otomatis bagi mereka yang lahir di AS, serta mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.
Ia juga mencantumkan kartel narkoba dalam daftar organisasi teroris, tidak mengakui jenis kelamin selain laki-laki dan perempuan, menarik AS dari keanggotaan WHO dan perjanjian iklim Paris, serta mengeluarkan beberapa kebijakan lainnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Mengenal 5 Anak Donald Trump, Si Bungsu Curi Perhatian Kala Sang Ayah Dilantik Jadi Presiden Amerika ke-47
-
Prabowo Serius Berantas Korupsi? Refly Harun: Buktikan, Jangan Cuma Pidato
-
Profil Barron Trump, Parasnya Curi Perhatian saat Pelantikan Sang Ayah
-
Kelakar Prabowo Meminta Awak Media Keluar Ruangan Sebelum Rapat Tertutup: Yang Muda-muda Tunggu di Luar
-
Cek Fakta: Raffi Ahmad Didesak Mundur dari Jabatan di Pemerintahan
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Sepanjang 2025, Ini 14 Putusan MK yang Paling Jadi Sorotan
-
Gakkum Kehutanan Tangkap DPO Pelaku Tambang Ilegal di Bukit Soeharto
-
Bamsoet: Prabowo Capai Swasembada Beras 'Gaya' Soeharto-SBY Dalam Setahun
-
Buruh Tuntut UMP DKI Rp5,89 Juta, Said Iqbal: Ngopi di Hotel Saja Rp50 Ribu!
-
Menuju Nol Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis di 2026
-
Pakar Hukum Tata Negara: Ketua MK Suhartoyo Ilegal!
-
Dokter Tifa Bongkar 6 Versi Ijazah Jokowi, Sebut Temuan Polda Blunder
-
Pakar Bongkar Dasar Hukum Perpol 10/2025, Polisi Aktif Bisa Jadi Sekjen-Dirjen
-
BGN Respons Isu Susu Langka: Pemerintah Akan Bangun Pabrik dan 500 Peternakan Sapi
-
Tuntut Kenaikan Upah 2026, Massa Buruh dari Jakarta dan Jabar Padati Kawasan Monas