Suara.com - Pasukan Israel telah menewaskan dua warga Palestina yang melakukan serangan mematikan terhadap sebuah bus di Tepi Barat awal bulan ini.
Militer Israel mengatakan pada hari Kamis bahwa kedua pria itu membuat barikade di sebuah bangunan di desa Burqin, Tepi Barat, dan saling tembak dengan pasukan Israel sebelum mereka terbunuh pada malam hari.
Militer mengatakan seorang prajurit terluka cukup parah, menurut The Associated Press.
Militer mengatakan Mohammed Nazzal dan Katiba al-Shalabi adalah anggota kelompok Jihad Islam.
Kelompok Hamas merilis pernyataan yang mengklaim bahwa kedua pria itu adalah anggota sayap bersenjatanya dan memuji serangan bus tersebut.
Hamas dan Jihad Islam yang lebih kecil dan lebih radikal adalah sekutu yang terkadang melakukan serangan bersama.
Serangan pada tanggal 6 Januari terhadap bus yang membawa warga Israel menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya.
Israel merebut Tepi Barat dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Palestina menginginkannya untuk menjadi bagian utama dari negara masa depan mereka.
Baca Juga: Anis Matta: Indonesia Tolak Relokasi Warga Palestina dari Gaza
Berita Terkait
-
Runtuhnya Keamanan Israel? Pejabat Tinggi Mundur Massal Pasca Serangan Hamas
-
Baku Tembak di Tepi Barat: 2 Militan Tewas, Tentara Israel Terluka
-
Bus Transjakarta Terperangkap Lubang di Rel KA Grogol, Netizen Gaduh: Pajak Doang Gede, Jalanan Rusak
-
3 Fakta Penting Serangan Balik Shin Tae-yong
-
Anis Matta: Indonesia Tolak Relokasi Warga Palestina dari Gaza
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri