Suara.com - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menegaskan, pentingnya perdagangan karbon sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 8 persen.
Menurut Eddy, potensi ekonomi karbon yang luar biasa harus dimanfaatkan secara optimal agar Indonesia tidak kehilangan peluang besar di sektor ini.
"Pertumbuhan ekonomi 8 persen membutuhkan pasokan energi yang tidak kecil, dan kita pastikan sumber energi ini terbarukan. Ini peluang dan tantangan," kata Eddy dalam sambutan Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia (ACEXI), Kamis (23/1/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya inisiatif perdagangan karbon yang diinisiasi oleh ACEXI.
ACEXI sendiri merupakan perkumpulan para ahli di bidang emisi karbon, praktik keberlanjutan, dan mengurangi dampak lingkungan.
Eddy menekankan bahwa sektor karbon dapat menjadi pilar baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
"Potensi yang terkandung ini jangan kita sia-siakan. Jangan sampai Indonesia dicap sebagai negara yang menyia-nyiakan kesempatan," tambahnya.
Eddy mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Asia, terutama dalam hal emisi karbon.
"Indonesia memiliki emisi karbon terbesar. Kita berada dalam jarak yang ekonomis dengan negara penghasil karbon seperti Singapura, Jepang, dan Korea. Kita jangan sampai ketinggalan," jelasnya.
Baca Juga: Jakarta Dapat Hibah 200 Bus Listrik dari USA, Ketua DPRD DKI: Untuk Kurangi Emisi Karbon
Namun, ia mengakui bahwa beberapa tantangan masih menghambat pengembangan sektor ini.
Eddy menyoroti adanya keluhan dari masyarakat, asosiasi, dan akademisi terkait proses yang sering kali terhenti di tingkat kementerian, lembaga, atau instansi tertentu.
"Kadang mandek di kementerian, lembaga, dan instansi tertentu. Akhirnya lapornya ke saya," ujarnya.
Eddy kemudian menegaskan bahwa MPR RI siap menjadi wadah kolaborasi untuk memajukan sektor karbon.
"MPR adalah rumah kolaborasi untuk kemajuan, untuk pertumbuhan. Dengan menerima masukan, kita membawa isu-isu yang ada supaya bisa mengurai permasalahan yang ada. Jadi, kita bisa memajukan pertumbuhan 8 persen ekonomi ini dari segala aspek, termasuk karbon," tegas Eddy.
Konferensi yang diadakan ACEXI ini menjadi momen penting untuk membahas tata kelola nilai ekonomi karbon sebagai bagian dari strategi nasional dan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
KPK Ungkap Orang yang Klaim Bisa Urus Kasus Bea Cukai Ada di Semarang
-
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya
-
Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang
-
Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes
-
Prabowo Dorong Kampus Turun Tangan, Jadi 'Asisten' Pemda Tangani Masalah Daerah lewat Program ASRI
-
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Danantara-Pemprov DKI Jakarta Percepat Pembangunan PSEL
-
Masih Bekerja Tapi Ingin Cairkan JHT? Ini Syarat Berkas Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
-
Sejumlah Wilayah Jakarta Dikepung Banjir Buntut Hujan Deras yang Mengguyur Sejak Sore Hari
-
DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior
-
Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI