Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyambangi Gedung Parlemen India pada sela-sela kunjungan kenegaraannya di New Delhi, India, bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden dalam siaran resminya, Minggu (26/1/2025), menjelaskan Presiden berkunjung ke Gedung Parlemen (Sasada Bhavana), salah satu gedung bersejarah di New Delhi, Sabtu (25/1).
Kedatangan Presiden Prabowo di Gedung Parlemen disambut oleh Ketua DPR India (Lok Sabha) Shri Om Birla, Kepala Protokol Parlemen Anjani Kumar, Wakil Kepala Protokol Parlemen Ramana, dan Wakil Sekretaris Parlemen Ginlal Chung.
Dari pelataran Gedung, Presiden Prabowo dan rombongan diajak berkeliling, di antaranya memasuki ruang sidang Lok Sabha. Presiden juga menerima penjelasan dari pihak protokol Parlemen mengenai gaya bangunan, desain arsitektur, simbol-simbol ornamen berikut maknanya.
Kemudian, Presiden lanjut melihat ruang sidang MPR India (Rajya Sabha), yang menjadi tempat berkumpulnya perwakilan-perwakilan dari negara bagian India. Presiden menilai Rajya Sabha itu menunjukkan keseimbangan kekuasaan antara pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian di India.
Presiden juga diajak melihat beberapa karya seni yang dipamerkan dalam galeri di Gedung Parlemen. Di ruang galeri, berbagai karya seni baik yang tradisional maupun modern dipamerkan.
Terakhir, Presiden diantar melihat Foucault’s Pendulum, instalasi yang terinspirasi dari eksperimen fisikawan asal Perancis Jean-Bernard-Léon Foucault pada 1851. Foucault’s Pendulum menjadi salah satu instalasi yang digunakan untuk menunjukkan bagaimana Bumi berotasi.
Presiden Prabowo mengapresiasi adanya Foucault’s Pendulum di Gedung Parlemen, mengingat itu menjadi wujud kolaborasi ilmu pengetahuan, karya seni, dan teknologi.
Dalam rangkaian tur di Gedung Parlemen India, menteri-menteri Kabinet Merah Putih yang ikut serta, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Kemudian, ada pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar RI untuk India Ina Krisnamurthi.
Berita Terkait
-
Daftar 19 Pos Belanja KL Dipangkas untuk Program Prioritas, Termasuk Makan Gratis
-
Modal BUMN Berdikari Kejar Target Ketahanan Pangan Nasional era Prabowo
-
Iwan Fals Bikin Polling soal Prabowo-Gibran, Hasilnya Mengejutkan
-
Sunat Menyunat APBN Demi Tambah Anggaran Rp100 Triliun di Makan Bergizi Gratis
-
Asosiasi Antariksa Indonesia Resmi Dibentuk, Sekjen Dijabat Keponakan Prabowo
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?