Suara.com - Pengamat Pendidikan, Ina Liem menyoroti soal kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang ingin mengganti istilah ujian dan zonasi dalam sistem pendidikan. Ia menilai perubahan nama tidaklah penting untuk dilakukan.
Menurut Ina, seharusnya kebijakan dalam membenahi sistem pendidikan dasar dan menengah tak hanya sekadar mengganti nama semata. Kemendikdasmen harus memperbaiki esensi dari sistemnya.
"Kalau hanya mengganti nama atau istilah jelas tidak penting. Yang penting adalah esensinya. Ini yang masih belum disosialisasikan," ujar Ina kepada Suara.com, Selasa (28/1/2025).
"Kalau baru nama yang diubah ya belum ada dampaknya," katanya.
Terkait pembenahan sistem pendidikan, Ina menyarankan pemerintah agar melakukan evaluasi menyeluruh. Jika memang ada kebijakan pemerintah sebelumnya yang sudah baik, maka jangan malu untuk melanjutkannya.
"Secara prinsip, yang sudah bagus dari pemerintahan sebelumnya jangan buru-buru diganti, tidak perlu ada ego pribadi atau kelompok. Tapi mana yang belum bagus, diperbaiki. Karena pendidikan itu kebijakannya harus berkesinambungan," jelasnya.
Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ina mengakui memang sistem zonasi sulit diterapkan di seluruh daerah di Indonesia karena fasilitas pendidikan yang belum merata. Perlu ada perbaikan sistem yang bisa menjadikan PPDB bisa diterima masyarakat luas.
"Sistem yang dinamis perlu diterapkan, disesuaikan dengan tiap daerah dan tiap tahun berbasis data, dimana data kependudukan juga ikut berubah. Belum lagi masalah jual beli kursi yang tiap tahun pasti terjadi," ujar Ina.
Sementara, untuk persoalan ujian, Ina menilai sistem saat ini sebenarnya sudah cukup baik. Apalagi, Asesmen Nasional (AN) sudah mencakup survey karakter, lingkungan belajar, dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).
Baca Juga: Polemik UN Jilid Baru: Kemendikdasmen Hapus Kata Ujian Karena Traumatik?
"Kita sudah bisa melakukan pemetaan dgn anggaran yg efisien, tidak perlu setiap anak diuji. Apabila untuk syarat masuk PTN, tidak semua anak mau ke PTN, jadi pemborosan anggaran lagi," katanya.
Selain itu, dalam menentukan kelulusan siswa, perlu ada pelibatan guru dan sekolah. Karena itu, kompetensi dan kualitas tenaga pengajar yang perlu ditingkatkan.
"Apalagi kita perlu kecakapan-kecakapan baru yang lebih selaras dgn industri 4.0. Pemerintah mengevaluasi guru dan sekolah, melalui AN tadi," tambah Ina.
Berita Terkait
-
Polemik UN Jilid Baru: Kemendikdasmen Hapus Kata Ujian Karena Traumatik?
-
6 Fakta PPDB Sekolah Diganti SPMB, Apa Saja yang Berubah?
-
Kemendikdasmen Tidak Perlu Ragu Pakai Kata 'Ujian' untuk Murid
-
Praktisi Pendidikan Pertanyakan Tujuan Pemerintah Terapkan UN dengan Format Baru
-
Perubahan Sistem Pendidikan: UN Berubah Jadi Tes Kompetensi Akademik, Apa Bedanya?
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Peran Keuchik Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabenca
-
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob
-
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!