Suara.com - Qatar kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai langkah utama dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyerukan pemindahan warga Palestina dari Gaza ke Mesir atau Yordania.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menegaskan bahwa posisi negaranya jelas mengenai hak-hak rakyat Palestina.
"Posisi kami selalu jelas mengenai perlunya rakyat Palestina menerima hak-hak mereka, dan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan ke depan," ujar al-Ansari dalam konferensi pers rutin.
Ia juga menekankan bahwa Qatar sering tidak sependapat dengan sekutu-sekutunya, termasuk Amerika Serikat, meskipun tetap menjalin kerja sama erat untuk membentuk kebijakan bersama.
"Kami tidak sependapat dalam banyak hal dengan semua sekutu kami, tidak hanya Amerika Serikat, tetapi kami bekerja sama sangat erat dengan mereka untuk memastikan bahwa kami merumuskan kebijakan bersama," tambahnya.
Qatar bersama Amerika Serikat dan Mesir baru-baru ini berperan penting dalam mediasi gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera. Kesepakatan ini menghentikan lebih dari 15 bulan pertempuran yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023.
Sementara itu, Presiden Trump dalam pernyataannya pada Senin kembali menegaskan gagasan relokasi warga Gaza ke negara lain. Ia menyatakan keinginan agar warga Gaza dapat tinggal di tempat yang damai tanpa kekerasan.
Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan, tetap berkomitmen dalam diskusi dengan pemerintahan Trump, termasuk dengan utusan khusus presiden untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
"Diskusi tersebut sangat produktif," ungkap al-Ansari.
Baca Juga: Trump Usul Pemindahan Warga Gaza ke Yordania dan Mesir
Pernyataan Qatar ini menunjukkan konsistensinya dalam mendukung hak-hak Palestina, sekaligus menjembatani pandangan yang berbeda dengan sekutunya di tengah dinamika politik kawasan Timur Tengah.
Berita Terkait
-
Trump Usul Pemindahan Warga Gaza ke Yordania dan Mesir
-
Israel Tembaki Warga yang Kembali ke Gaza, 10 Jenazah Ditemukan di Tengah Krisis
-
Albania Tidak Akan Terima Pengungsi Palestina
-
Menguak 6 Pelanggaran Israel terhadap Gencatan Senjata dengan Lebanon
-
Donald Trump Cabut Mandat EV, Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia Ambyar?
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran
-
Dampak Perang Iran-AS-Israel: Bagaimana Nasib Ekonomi-Politik Indonesia?
-
Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
-
38 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah, Rano Karno: Jalur Transit Berhenti Total
-
Jalur Minyak Dunia Terancam! Begini Upaya RI Bebaskan 2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
-
Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran
-
Drone Serang Militer Inggris Bukan dari Iran, Diduga Berasal dari Dekat Lebanon
-
Eks Kader PDIP Nina Agustina Resmi Gabung PSI, Perkuat Basis di Jawa Barat
-
Korban Jeffrey Epstein Dapat Ganti Rugi Rp550 Miliar
-
Cegah Perang Meluas, Macron Desak Netanyahu Batalkan Serangan Darat ke Lebanon