Suara.com - Gerakan Ansarullah Yaman mengecam keras agresi militer Israel di Lebanon, Gaza, dan Tepi Barat meskipun terdapat perjanjian gencatan senjata yang baru-baru ini ditandatangani, serta menyoroti bahwa serangan yang sedang berlangsung ini didukung sepenuhnya oleh Amerika Serikat.
Biro politik Ansarullah mengkritik tindakan Israel yang terus berlanjut di Tepi Barat, terutama di kamp pengungsi Jenin, di mana warga Palestina mengalami pembunuhan, penangkapan, pemindahan paksa, dan penghancuran, menurut laporan Al-Masirah Yaman pada hari Rabu.
Dalam pernyataannya, mereka menyatakan, “Kami mengutuk agresi musuh Zionis di selatan Lebanon, yang secara jelas melanggar perjanjian gencatan senjata yang diawasi oleh mediator internasional.”
Ansarullah juga mengecam usulan Presiden AS Donald Trump untuk mengusir warga Palestina secara paksa dari Gaza, menganggapnya sebagai usaha untuk membantu Israel dalam mencapai tujuan yang tidak dapat diraihnya di medan pertempuran.
Mereka menyatakan bahwa kelompok perlawanan Palestina dan Lebanon memiliki “hak yang sah dan suci” untuk membela diri terhadap pelanggaran dan permusuhan yang terus-menerus dilakukan oleh Israel.
Ansarullah menegaskan komitmennya untuk mendukung perlawanan Palestina dan berjanji untuk terus mendukung perjuangan mereka.
Tag
Berita Terkait
-
Malaysia-Jepang Kucurkan Dana Rekonstruksi Gaza dan Tepi Barat Pasca Gencatan Senjata
-
"Perang Dinyatakan!" Menteri Israel Bersumpah Pertahankan Pendudukan Jenin Pasca Serangan Mematikan
-
Selandia Baru Perketat Aturan Visa Warga Israel, Wajib Lapor Riwayat Militer
-
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 5 Orang dan Lukai Puluhan Warga
-
Hamas Peringatkan Penundaan Bantuan ke Gaza Bisa Pengaruhi Pembebasan Sandera
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok