Suara.com - Juru bicara PDI Perjuangan (PDIP) Chico Hakim menilai instruksi Presiden Prabowo Subianto soal efisiensi anggaran tidak akan menghambat kinerja pemerintahan Pramono Anung saat resmi menjabat sebagai Gubernur Jakarta.
Ketua bidang komunikasi tim transisi Pramono Anung-Rano Karno ini juga menegaskan, jika alokasi anggaran yang dipotong di APBD DKI Jakarta tak berkaitan dengan program yang secara langsung menyentuh pelayanan masyarakat.
"Jadi yang diefisiensi kan hal-hal seperti perjalanan dinas, biaya makan dan snack rapat. Itu kan bukan bagian dari program kita," kata Chico, saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025).
Menurut dia, saat 100 hari kerjanya sebagai gubernur, Pramono memiliki sejumlah program unggulan. Di antaranya perbaikan layanan masyarakat seperti bantuan pendidikan dan kesehatan, penanggulangan banjir, hingga peningkatan transportasi publik.
Program itu, menurut Chico, Pramono dan Rano masih bisa menjalankan puluhan program unggulan meski harus melakukan efisiensi anggaran tahun ini.
"Efisiensi ini kan artinya bukan memotong anggaran dan tidak dikeluarkan. Jadi, anggaran yang tidak perlu itu dirampingkan dan dialokasikan untuk hal-hal yang bersentuhan langsung dengan rakyat,” ujarnya.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, sebelumnya meneken Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Efisiensi dan Penyesuaian Belanja Tahun Anggaran 2025. Beleid ini mengatur sejumlah hal termasuk pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen.
"Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengganggu program prioritas bagi masyarakat," kata Teguh.
Seluruh perangkat daerah di Pemprov Jakarta diminta untuk meninjau lagi anggaran belanja dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) satuan kepala perangkat daerah (SKPD) atau unit kepala perangkat daerah (UKPD) tahun anggaran 2025 sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.
Baca Juga: Ubedillah Badrun Dicopot dari Ketua Departemen Sosiologi UNJ, PDIP: Bukti Pembungkaman!
Adapun efisiensi belanja yang diterapkan dalam Ingub Nomor 2 Tahun 2025 mencakup beberapa aspek utama, yakni pengurangan 50 persen atas belanja perjalanan dinas baik luar negeri, dalam negeri, maupun dalam kota.
Selanjutnya, pembatasan belanja untuk kegiatan seremonial, kajian, studi banding, pencetakan, publikasi, serta seminar atau FGD. Efisiensi pada belanja pendukung yang tidak memiliki output terukur dalam belanja operasi.
Kemudian penghematan pada belanja makanan dan minuman. Penerapan kebijakan selektif dalam pemberian hibah kepada kementerian atau lembaga, dan penyesuaian belanja APBD tahun anggaran 2025 yang bersumber dari dana transfer ke daerah.
"Berapa jumlah efisiensinya baru akan kita ketahui setelah nanti menggelar rapat pimpinan dengan semua SKPD. Sekitar tanggal 6 Februari 2025 dapat kami sampaikan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Ubedillah Badrun Dicopot dari Ketua Departemen Sosiologi UNJ, PDIP: Bukti Pembungkaman!
-
Janji Masalah Banjir Masuk Program 100 Hari Kerja, Pramono Contek Cara Ahok-Anies, Begini Katanya!
-
Pramono-Rano Siap Buka 5 Taman di Jakarta Nonstop 24 Jam, Ini Lokasi-lokasinya!
-
Kebijakan Efisiensi Presiden Prabowo Pada Anggaran dan Belanja Pemerintah Diapresiasi
-
Diungkap Ketua DPRD DKI, Pramono-Rano Gagal Dilantik pada Kamis 6 Februari, Mengapa?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat