Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menaikan iuran BPJS Kesehatan mulai 2026.
Besaran kenaikan iuran itu masih akan dibahas oleh Kemenkes bersama Kemenkeu.
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyampaikan, iuran BPJS Kesehatan memang sudah seharusnya naik, mengingat biaya pengobatan yang juga meningkat.
"Kalau bicara kenaikan, ini tidak bisa kita tahan. Karena sudah sekian tahun dengan harga obat dan lain sebagainya mahal, ini tidak bisa kita tahan. Tapi bagaimana caranya supaya tidak bisa membebankan lagi masyarakat," kata Felly ditemui usai acara diskusi CISDI di i-Hub MNC Center Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Felly mengingatkan, berapa pun nominal iuran BPJS kesehatan harus tidak boleh membebani perekonomian masyarakat.
Apalagi, menurut Felly, kondisi ekonomi masyarakat Indonesia saat ini masih berat.
"Kita tahu masyarakat Indonesia tidak semua yang mampu. Walaupun tadi kita bilang sudah ada PBI, penerima bantuan iuran yang betul-betul tidak mampu. Kemudian kita lihat dengan kondisi mereka yang kehilangan pekerjaan untuk membayar iuran, ada ketidak mampuan lagi untuk mereka membayar," tuturnya.
Untuk meringankan beban keuangan negara terhadap pembayaran BPJS kesehatan kepada rumah sakit, Felly meminta agar pemerintah melihat kembali daftar PBI agar diketahui telah te0at sasaran atau belum.
Sementara itu, masyarakat yang secara ekonomi mampu bayar mandiri juga diminta agar konsisten membayar iuran BPJS.
"Ini kan sistemnya gotong royong. Jadi mari juga teman-teman media menyampaikan kepada masyarakat, jangan nanti dia sakit baru dia membayar. Yang bayar secara mandiri," pesannya.
Baca Juga: Baleg DPR: Legislatif Tak Bisa Copot Pejabat, Cuma Evaluasi dan Merekomendasikan
Kenaikan tarif BPJS kesehatan mulai 2026 itu disampaikan langsung oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Dia menyebutkan kalau keuangan BPJS Kesehatan pada tahun 2025 sebenarnya masih dalam kondisi yang baik. Namun, keuangan BPJS Kesehatan kemungkinan akan mengalami penyesuaian pada tahun 2026.
Ia juga mengatakan bahwa penyesuaian tarif ini tidak ada kaitannya dengan pemberlakuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang akan dimulai pada 30 Juni 2025.
"Saya sudah bilang ke bapak (presiden), kalau hitung-hitungan kami sama Bu Menkeu 2025 harusnya aman. Di 2026 kemungkinan mesti ada adjustment (penyesuaian) dari tarifnya," kata Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Soal angka kenaikan iurannya, Budi Gunadi mengatakan masih dihitung. Dia dan Sri Mulyani sudah mulai intens membahas hal tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi