Suara.com - Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) dituding tidak transparan, terutama mengenai data penerima manfaat serta skema pelaksanaan program.
Ekonom Badiul Hadi menyebut bahwa Pemerintahan Prabowo Subianto sebenarnya tidak siap dalam menjalankan program MBG.
Anggapan itu didasarkan pada sikap pemerintah yang beberapa kali menurunkan anggaran menu MBG per porsi.
"Kita bisa tracking ya, dari kampanye awal Rp17.500 turun jadi Rp15.000 turun lagi turun lagi sampai Rp10.000. Kesimpulannya, pemerintah nggak siap sebenarnya dengan program ini," kata Hadi dalam diskusi peluncuran seri kedua kajian MBG dari CISDI di Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Hadi mengemukakan, apabila pemerintah siap, situasi seperti saat ini tidak akan terjadi. Tak hanya itu, ia juga menilai bahwa pemerintah sekarang sedang kebingungan menambah anggaran untuk pelaksanaan MBG.
Mulanya, pemerintah menyediakan anggaran Rp71 triliun untuk MBG selama 2025. Namun, nominal itu rupanya hanya bisa digunakan sampai Juni 2025. Alhasil Kementerian Keuangan menambahkan lagi anggaran Rp100 triliun.
Pemangkasan Anggaran
Kekurangan dana itu diambil dari pemangkasan anggaran terhadap pagu kementerian/lembaga dan transfer ke daerah (TKD).
Menurutnya, efisiensi APBN memang jadi jalan paling mudah yang bisa dilakukan untuk menutupi kekurangan anggaran program.
Baca Juga: Dibagikan Fahri Hamzah, Video Animasi Program MBG Hasil AI Dinilai Jelek: Prabowo Malah Mirip SBY!
"Pemerintah bingung cari pembiayaan untuk program ini, efisiensi jalan paling gampang, kan nggak mungkin juga program ini didorong lewat investasi. Siapa mau investasi ke program makan bergizi gratis?" ujar Manajer Riset Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) tersebut.
Hadi menyarankan, harusnya Badan Gizi Nasional menyediakan dashboard skema pelaksanaan MBG, seperti pada masa pembagian vaksin Covid-19.
Menurutnya, transparansi atas data sangat penting diketahui publik mengingat MBG menjadi program jangka panjang Presiden Prabowo serta dengan biaya yang besar.
"Sangat penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Pemerintah melalui BGN dalam posisi ini bisa membuat dashboard khusus untuk program makan bergizi gratis ini. Ini rekomendasi yang perlu kami berikan karena kami melihat lemahnya koordinasi antar kementerian," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati