Suara.com - Polisi meringkus seorang pria berinisial FY. Ia ditangkap usai viral ia melakukan kekerasan dengan membanting anak kandungnya ke jalan.
Aksi kekerasan itu sempat viral di sosial media. Salah satu Instagram yang mengunggahnya yakni Instagram @satusuar****.
Dalam tayangan video terlihat FY menenteng anaknya yang berinisial AF keluar dari rumah yang berlokasi di Jalan Logam Bangun, Cibitung, Bekasi.
Tersangka FY, kemudian menyeret anak tersebut. Di jalan itu terlihat sedang ada anak lain sedang bermain genangan air.
Kemudian tersangka langsung melempar anaknya ke genangan air. Merasa kesakitan anaknya pun menangis.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bekasi, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, tersangka diciduk saat berada di rumahnya, pada Minggu (9/2/2025) sekira pukul 5 pagi.
FY kemudian langsung dijerat sebagai tersangka dan ditahan di Polres Bekasi.
“Saat ini sudah kita tahan karena melakukan kekerasan terhadap anak kandung,” kata Onkoseno, kepada wartawan, Selasa (11/2/2025).
Dia mengatakan, hingga saat ini polisi masih mendalami penyebab FY tega melakukan tindakan kejam terhadap anaknya sendiri. Namun dari pengakuan istrinya, FY memang dikenal memiliki watak tempramen.
Baca Juga: Heboh ASN Pemprov Sumut Diduga Siram Air Panas ke Anak Tiri
Bahkan, FY sering melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.
“Masih didalami. Memang si ayahnya ini punya karakter tempramen. Ibunya (istri pelaku) sering mengalami KDRT juga,” katanya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, FY dijerat Pasal 76 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 3 tahun 6 bulan.
Berita Terkait
-
Pemilik Pagar Laut Bekasi Minta Maaf, Aguan Kapan?
-
Pemerintah Bongkar Pelanggaran PT TRPN dalam Kasus Pagar Laut Bekasi
-
Heboh ASN Pemprov Sumut Diduga Siram Air Panas ke Anak Tiri
-
Pencuri Bebek Ancam Tukang Angon dengan Golok Saat Beraksi di Sukabumi dan Bogor, Ratusan Ekor Dibawa Kabur
-
Tanpa Surat Tugas, LBH Ungkap Aksi Brutal Polisi Tangkap Warga dan Santri Ponpes di Banten: Nihil Pendampingan Hukum!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!