Suara.com - Mesir mengumumkan rencana untuk menghadirkan visi komprehensif untuk rekonstruksi Jalur Gaza yang menjamin warga Palestina tetap tinggal di tanah mereka, menurut pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Mesir pada Selasa malam (11/2).
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia mungkin akan menghentikan bantuan ke Mesir dan Yordania jika kedua negara tersebut menolak untuk bekerja sama dengan rencananya mengambil alih Jalur Gaza dan memindahkan penduduknya ke negara mereka.
Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan harapannya untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump guna mencapai penyelesaian yang adil atas masalah Palestina. Mereka juga menegaskan bahwa rencana rekonstruksi Gaza harus dilakukan dengan cara yang jelas dan tegas, yang menjamin rakyat Palestina tetap berada di tanah mereka, serta sejalan dengan hak-hak legal mereka.
Dalam pertemuan dengan Trump di Washington pada hari Selasa, Raja Yordania Abdullah II mengatakan bahwa Mesir akan mengajukan rencana rekonstruksi yang akan dibahas oleh para pemimpin Arab dalam pertemuan mendatang.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi turut menyuarakan sikap tegasnya terkait isu ini. Dalam pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Sisi menekankan pentingnya membangun kembali Gaza tanpa menggusur warga Palestina dan dengan cara yang menjamin hak-hak mereka untuk hidup di tanah mereka.
Sisi juga menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina merdeka merupakan satu-satunya jaminan untuk mencapai perdamaian abadi di kawasan tersebut, menurut pernyataan resmi dari kantornya.
Sementara itu, Trump mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih Gaza dan menggusur warga Palestina. Ia membayangkan wilayah yang hancur akibat konflik itu dapat dibangun kembali menjadi Riviera Timur Tengah setelah penduduknya dipindahkan ke Mesir dan Yordania.
Pernyataan Trump ini memicu kecaman global, termasuk dari negara-negara Arab yang menegaskan kembali dukungan mereka terhadap solusi dua negara, yakni berdirinya negara Palestina merdeka di samping Israel.
Pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Mesir menolak kompromi apa pun yang melanggar hak-hak Palestina, termasuk hak mereka untuk tetap tinggal di tanah mereka. Pernyataan tersebut dikeluarkan tak lama setelah Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Washington.
Baca Juga: Iran Peringatkan PBB soal Pernyataan Trump, Sebut Akan Ada Konsekuensi Serius
Sikap tegas Mesir dalam mempertahankan hak-hak Palestina menunjukkan upaya negara tersebut dalam menengahi konflik yang berkepanjangan, sekaligus menolak tekanan eksternal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan Palestina.
Berita Terkait
-
Iran Peringatkan PBB soal Pernyataan Trump, Sebut Akan Ada Konsekuensi Serius
-
Netanyahu Beri Waktu Hamas hingga Sabtu untuk Bebaskan Sandera atau Gencatan Senjata di Gaza Berakhir
-
Houthi Ancam Serang Israel Jika Serangan ke Gaza Berlanjut
-
Netanyahu Ultimatum Hamas: Bebaskan Sandera atau Perang Gaza Berlanjut!
-
Raja Yordania Tolak Mentah-Mentah Rencana Trump Pindahkan Warga Gaza
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz
-
Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri
-
Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota
-
Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!
-
Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!
-
UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!
-
Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi