Suara.com - Polrestabes Bandung menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2025 selama 14 hari, mulai 10 Februari hingga 23 Februari 2025. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menciptakan kondisi yang aman dan tertib menjelang arus mudik Lebaran 2025.
Operasi ini merupakan bagian dari persiapan menuju Operasi Ketupat Lodaya 2025 yang akan digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Mengutip dari laman resmi Polda Jawa Barat, sebanyak 178 personel dari Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung diterjunkan untuk mendukung operasi ini. Penegakan hukum dilakukan tanpa tilang manual, melainkan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan teguran kepolisian.
Dengan adanya Operasi Keselamatan Lodaya 2025, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama dan kelancaran arus mudik Lebaran.
Sasaran Pelanggaran dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2025
Dalam operasi ini, terdapat 10 pelanggaran lalu lintas utama yang menjadi target penindakan, yaitu:
- Menggunakan handphone saat berkendara
- Pengemudi di bawah umur atau tidak memiliki SIM
- Membonceng lebih dari satu orang
- Tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
- Tidak mengenakan sabuk pengaman (seat belt)
- Mengemudi dalam pengaruh alkohol
- Melebihi batas kecepatan maksimal
- Melanggar rambu lalu lintas
- Mengangkut barang melebihi kapasitas
- Melawan arus lalu lintas
Lokasi Razia Operasi Keselamatan Lodaya 2025
Berdasarkan razia tahun sebelumnya, operasi ini dilakukan di beberapa titik keramaian dan lokasi rawan pelanggaran di Kota Bandung, antara lain:
Baca Juga: Pemain Keturunan Bandung: Banyak Orang yang Kirim Pesan, Kapan Saya Gabung Timnas Indonesia
- Jalan Sekitar Tugu Simpang 5 Asia Afrika
- Jalan Buah Batu Pasar Kordon
- Sekitar Lampu Merah Rajawali
- Jalan Pajajaran sekitar SMKN 12 Bandung
- Jalan Ujungberung sekitar SMAN 24 Bandung
- Sekitar Polsek Cicendo
- Sekitar Borma Setiabudhi
- Jalan Soekarno Hatta depan PT. LEN
- Lampu Merah Jalan Merdeka
- Bawah Flyover Antapani
- Bunderan Cibiru
- Lampu Merah Istana Plaza Padjajaran
- Jembatan Viaduct
- Bawah Fly Over Pasopati Depan RSHS
- Taman Kopo Indah 2
- Lampu Merah Buah Batu perempatan Mayapada
- Pos Buah Batu bekas PHD
- Jalan Gedebage
- Lampu Merah Ir. Juanda Dago
- Bawah Terowongan Kopo
Perlu diingat bahwa daftar lokasi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan terbaru dari pihak kepolisian. Demikianlah informasi terkait Operasi Keselamatan 2025 Bandung.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Soroti Gaza di Hari Iduladha, JK: Dunia Harus Bersatu Rehabilitasi Palestina
-
Kurban Pakai APBN Dikritik Guntur Romli, Singgung Teladan Nabi Muhammad SAW
-
Cerita Warga Gang Haji Jeni Bangun Smart Security: Punya CCTV, Panic Button hingga GPS Tracker
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?
-
Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin
-
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
-
Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya
-
Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti