"Aparat malah menjaga perusahaan. Kalau ada yang protes, justru mereka yang ditindak," jelasnya.
Kondisi pekerja tambang juga menjadi perhatian. Kisran menyebut banyak pekerja harus bekerja dalam jam kerja panjang tanpa perlindungan memadai.
Bahkan, ia mengungkap dugaan praktik pemberian narkoba kepada sopir truk tambang agar mereka bisa bekerja non-stop.
"Ini memang butuh investigasi lebih lanjut, tapi sudah jadi rahasia umum," katanya.
Dari sisi kesehatan, perairan di sekitar pesisir pertambangan telah terkontaminasi limbah beracun, seperti kadmium, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan kerusakan ginjal.
"Masyarakat di sekitar tambang mengalami peningkatan kasus hipertensi, penyakit pernapasan, dan penyakit kulit akibat paparan logam berat," ungkapnya.
Kemiskinan di wilayah tambang juga terus meningkat.
"Di daerah pertambangan, angka kemiskinan mencapai 9,91 persen meskipun peredaran uang di sana sangat besar," kata Kisran.
Ia menegaskan bahwa alih-alih membawa kesejahteraan, industri tambang justru membuat masyarakat semakin bergantung pada bantuan perusahaan.
Baca Juga: Izin Tambang Emas Anak Usaha Emiten BMRS Diminta Dicabut
Melihat dampak yang semakin parah, organisasi masyarakat sipil menyerukan moratorium izin tambang, reklamasi pasca-tambang, serta penegakan hukum terhadap praktik pertambangan ilegal.
Tanpa kebijakan dan regulasi yang tegas, eksploitasi nikel dinilai hanya akan memperburuk krisis sosial dan lingkungan di Sulawesi Tenggara.
Reporter: Kayla Nathaniel Bilbiba
Berita Terkait
-
Konawe Utara Jadi Contoh, NGO Indonesia-Korsel Tuntut Moratorium Tambang Nikel dan Regulasi Baterai EV
-
NGO Korea-Indonesia Desak Regulasi Ketat Tambang Nikel: Hentikan Perampasan Tanah!
-
Diminta Stop Penambangan Emas, BRMS Klaim Punya Izin
-
DPR Minta Pemerintah Telisik Dugaan Pencemaran Tambang Emas di Sulteng
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode
-
Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia
-
Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!