Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial menampilkan tangkapan layar yang memperlihatkan beberapa tokoh penting, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pemilik Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma atau Aguan.
Foto tersebut dinarasikan sebagai momen peresmian pagar laut di Tangerang. Sebelumnya, pagar laut di Tangerang sepanjang 30,16 kilometer yang terbuat dari bambu disebut-sebut ilegal karena tidak memiliki Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Keberadaannya juga dikritik karena dianggap merugikan nelayan di kawasan tersebut.
Berikut narasi unggahan yang dikutip dari Antara, Selasa (17/2/2025).
“Akhirnya ketemu juga foto peresmian Pagar Laut. Jejak digital" begitu narasinya.
Lantas, benarkah foto tersebut diambil saat peresmian pagar laut di Tangerang?
Berdasarkan penelusuran menggunakan Google Image, ditemukan bahwa foto tersebut identik dengan unggahan di laman Oase Indonesia berjudul “Pembangunan Mako Brimob PMJ di PIK 2, Diresmikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo”.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa foto itu sebenarnya diambil saat peresmian Markas Komando (Mako) Batalyon A Pelopor Brimob Polda Metro Jaya di Pantai Indah Kosambi (PIK) 2, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (5/4/2023).
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kabaharkam Polri Irjen Fadil Imran, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Wadankor Brimob Brigjen Imam Widodo, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail, serta Sugianto Kusuma sebagai perwakilan Agung Sedayu Group.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa gedung yang diresmikan tersebut berdiri di atas lahan hibah seluas 4,8 hektare dan memiliki kapasitas untuk 250 personel Brimob.
Dengan begitu, foto beredar adalah narasi hoaks alias berita bohong.
Sementara itu, kasus pagar laut di Tangerang terus berlanjut. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan. Hingga saat ini, sebanyak 44 saksi telah diperiksa terkait dugaan pemalsuan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dan sertifikat hak milik (SHM) di kawasan tersebut.
Di sisi lain, TNI AL masih melanjutkan proses pembongkaran pagar laut di Tangerang, dengan total 24,9 kilometer pagar bambu telah berhasil dibongkar dari wilayah pesisir pantai utara.
Berita Terkait
-
Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
-
Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Cek Fakta: Benarkah Rowan Atkinson 'Mr. Bean' Kencan dengan Mia Khalifa di Kapal Pesiar?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?