Suara.com - Perang Gaza telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, memicu kekerasan di Yaman dan Lebanon, tempat Iran mendukung kelompok operator.
Israel terlibat dalam perang terkait dengan sekutu Hamas di Lebanon, Hizbullah, yang melemahkannya secara drastis sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada 27 November.
Pasukan Israel seharusnya mundur dalam jangka waktu 60 hari, tetapi kemudian diperpanjang hingga 18 Februari.
Pimpinan Hizbullah Naim Qassem mengatakan pada hari Minggu bahwa "Israel harus mundur sepenuhnya" pada batas waktu hari Selasa.
Sumber keamanan Lebanon mengatakan bahwa serangan Israel di kota selatan Sidon pada hari Senin menewaskan Mohammed Shahine, seorang komandan unit militer dari Hamas. Militer Israel mengklaim serangan tersebut, menuduh Shahine merencanakan serangan.
Ada juga serangan langsung terbatas oleh Iran dan Israel terhadap satu sama lain.
Rubio menyebut Iran sebagai "satu-satunya sumber ketidakstabilan terbesar di kawasan".
Netanyahu mengatakan bahwa dengan dukungan pemerintahan Trump, Saya tidak ragu bahwa kita dapat dan akan menyelesaikan pekerjaan melawan Iran.
Iran pada hari Senin mengecam pernyataan Netanyahu, menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Baca Juga: Uni Eropa Desak Israel Pulangkan Warga Gaza yang Terusir dari Rumahnya
Serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober terhadap Israel mengakibatkan kematian 1.211 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP atas angka resmi Israel.
Kampanye pembalasan Israel telah menewaskan sedikitnya 48.271 orang di Gaza, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut angka dari kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas yang dianggap dapat diandalkan oleh PBB.
Berita Terkait
-
Visi Trump untuk Gaza: Akankah Picu Pelanggaran Hukum Internasional?
-
Rencana Trump Ambil Alih Gaza: Netanyahu Setuju, Arab Saudi Gelar Pertemuan Darurat
-
Ultimatum Israel untuk Hamas: Serahkan Senjata atau Hadapi Penaklukan Gaza
-
Salah Sasaran, Pria Florida Tembak 2 Turis Israel Dikira Warga Palestina
-
Uni Eropa Desak Israel Pulangkan Warga Gaza yang Terusir dari Rumahnya
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing