Suara.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, meminta para mahasiswa yang melakukan aksi demo dengan tajuk Indonesia Gelap untuk mempelajari lebih dalam lagi soal program atau kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto.
Ia awalnya menyampaikan jika pemerintah mengajak kepada para mahasiswa untuk mengedepankan dialog.
"Udahlah demo ya menyampaikan pendapat boleh, tapi kami lebih senang mengajak secara dialogis gitu. Dialogis, konstruktif, kan begitu. Kita dulu sama-sama pernah di posisi seperti adik-adik gitu, dan kami paham betul," kata Prasteyo ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Ia mengaku sudah membaca 13 tuntutan yang disampaikan para mahasiswa dalam aksinya tersebut. Salah satunya mengkritisi Makan Begizi Gratis (MBG).
"Tapi yang pasti, tolong itu tadi, pelajarilah dengan jeli. Jangan menyampaikan sesuatu yang sudah dijelaskan bahwa itu tidak terkena dampak, tapi masih ada. Masalah makan bergizi juga, saya mohon maafkan saya baca itu 13 tuntutan termasuk masalah makan bergizi ya," katanya.
Ia pun mendesak para mahasiswa pelajari lebih dalam soal program MBG. Terlebih ia mengklaim program serupa sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu.
"Makan bergizi itu saudara pelajari gitu ya. Di negara-negara maju hampir semua sudah sekian ratus tahun. Jerman itu dari kurang lebih tahun 1800-an anda pelajari sejarah itu," katanya.
"Karena kuncinya memang SDM. Tidak bisa, suatu bangsa itu yang merunning kita semua ini, adik-adik, teman-teman yang bekerja di pers, memang SDM. SDM butuh kemampuan, kemampuan itu saintifik, tidak bisa," sambungnya.
Menurutnya, program MBG juga tak hanya diberikan kepada para anak-anak sekolah, tapi juga untuk ibu hamil.
Baca Juga: Bela Prabowo, Mensesneg Prasetyo Hadi Sindir Demo Mahasiswa: Gak Ada Indonesia Gelap!
"Maka kemudian itu kita tangani oleh pemerintah. Kedua, selain gizi, tentu adalah pendidikan. Ini dua kombinasi yang nggak bisa. Kita harus menyadari betul bahwa posisi kita hari ini, kita sedang mengejar ketertinggalan. Baik dalam hal pemenuhan gizi kita, saudara-saudara kan bisa pelajari berapa persen penduduk Indonesia ini yang lulus sarjana, berapa persen yang lulus SMA, berapa persen yang lulus SMP. Nah itu kita kejar dulu," terang dia.
Untuk itu, yang perlu dipahami jika pemerintah melakukan efisiensi dalam rangka untuk pemenuhan itu semua.
"Nah tapi saudara-saudara juga mesti paham bahwa ruang fiskal kita juga masih terbatas. Maka disitu lah Bapak Presiden, pemerintah bekerja keras untuk mencoba merealokasi dengan kemarin melakukan efisiensi, nanti ujungnya re-alokasi. Bukan tidak dibelanjakan, tapi alokasi belanjanya dialihkan kepada hal-hal yang untuk kita mengejar ketertinggalan. Kira-kira begitu," pungkasnya.
Sebelumnya, aksi mahasiswa bertajuk 'Indonesia Gelap' yang menolak beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai menyengsarakan rakyat semakin memanas.
Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), dan Koalisi Masyarakat Sipil mulai memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025).
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, mereka hadir sekira pukul 16.21 WIB dengan memakai almamater dari universitas masing-masing serta membawa bendera identitasnya.
Berita Terkait
-
Bela Prabowo, Mensesneg Prasetyo Hadi Sindir Demo Mahasiswa: Gak Ada Indonesia Gelap!
-
Siswa SMA di Papua Ikut Demo Tolak Makan Bergizi Gratis, Netizen Sentil Deddy Corbuzier: Beraninya Sama Anak SD
-
#IndonesiaGelap, Mengintip 5 Tuntutan BEM UI untuk Prabowo-Gibran: Ada MBG
-
Siswa di Papua Demo Tolak Makan Bergizi Gratis, DPR: Akibat Sosialisasi Masih Kurang, BGN Harus...
-
Prabowo-Gibran Dikritik Tajam, Tagar #IndonesiaGelap Viral di Media Sosial
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal
-
Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono